Walah Balikpapan Batal Turun Level, Tetap di PPKM Level 4

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Balikpapan masih tetap pada level 4, pasalnya hasil pertemuan pemerintah kota dengan pusat, Balikpapan sudah turun ke level 3. Sehingga hal itu yang menjadi pertanyaan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menjelaskan, mengapa kemarin (20/9) disampaikan turun level 3, karena hasil zoom dengan Menko Perekonomian Sabtu (18/9) lalu tertulis bahwa ada beberapa kabupaten kota yang turun ke level 3 di antaranya adalah Balikpapan.

Lanjutnya, kalau ketetapan perpanjangan itu diumumkan melalui Imendagri yang masih berada di level 4 hingga dua minggu ke depan atau sampai 2 Oktober mendatang. Kendati angka kasus covid-19 di Balikpapan mengalami penurunan yang signifikan dan jumlah BOR yang terbilang sangat sedikit.

“Tentunya kita juga mempertanyakan, karena secara faktanya kalau mau harus diakuin, tingkat BOR kita sudah jauh turunnya tinggal 8%, kemudian rumah sakit pasien covid sudah banyak beberapa yang kosong,” ucap Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media, Selasa (21/9).

Dengan begitu, Pemerintah kota masih mempertanyakan apa yang menjadi indikator sehingga Balikpapan masih tetap di level 4. Dari pernyataan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengatakan, yang menjadi alasan masih ditetapkan di PPKM level 4 karena terkait aglomerasi, jumlah penduduk, dan tingkat vaksinasi di bawah 50 persen.

“Sabar aja lah, tapi kami perlu sampaikan kepada masyarakat Balikpapan untuk tidak perlu berkecil hati, tetapi jangan mengendur juga prokesnya,” imbuhnya.

Rahmad menyampaikan, bahwasanya di Balikpapan sendiri vaksinasi sudah mencapai 50 persen lebih. Dan itu akan dikomunikasikan lagi, karena ia yakin bahwa vaksinasi yang tertinggi di Kalimantan Timur adalah Balikpapan.

Namun Balikpapan merupakan padat penduduk dan pusat orang stransit dari maupun ke luar kota, aktivitas padat. Dari itu Rahmad masih menerka yang menjadi alasan masih ditetapkan PPKM level 4.

“Kemudian diapit oleh beberapa daerah yang ada di Balikpapan memang risiko, sangat strategis ya tempat stransit, mungkin itu menjadi salah satu indikatornya,” ujarnya.

Untuk mempertanyakan itu semua, pemerintah kota akan berkomunikasi lagi dengan pemerintah pusat. Dirinya juga akan tanyakan ke dinas kesehatan yang sedang melakukan klarifikasi dengan pusat.

“Mungkin ada baiknya, mungkin tidak ada baiknya, ya baiknya saya pikir kita lebih lebih waspada lagi,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *