Jemaah Haji Samarinda Pulang Bawa Boneka Unta, Jadi Oleh-Oleh Unik untuk Cucu dan Anak
FOTO: Penuh makna, jemaah haji asal Samarinda mengalungkan boneka unta sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta saat tiba di Balikpapan./ doc
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemandangan berbeda terlihat saat kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Samarinda di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Senin (8/6/2026). Sejumlah jemaah tampak mengalungkan boneka unta di leher mereka, menarik perhatian petugas dan keluarga yang menyambut.
Boneka unta tersebut rupanya bukan sekadar hiasan. Para jemaah sengaja membelinya sebagai buah tangan untuk keluarga, terutama anak dan cucu yang menanti kepulangan mereka di tanah air.
Salah satu jemaah bahkan terlihat membawa hingga lima boneka unta sekaligus. Saat dikonfirmasi, ia mengaku oleh-oleh tersebut memang disiapkan khusus untuk cucunya. “Oleh-oleh untuk cucu,” ucapnya singkat sambil berlalu menuju rombongan.
Fenomena ini menjadi warna tersendiri dalam kepulangan jemaah haji tahun ini. Selain membawa perlengkapan pribadi, banyak di antara mereka juga menyempatkan diri membeli cendera mata khas Timur Tengah sebagai bentuk kasih sayang untuk keluarga di rumah.
Hal senada disampaikan oleh salah satu jemaah haji, Rina. Ia mengaku sengaja membeli boneka unta untuk anaknya yang ditinggalkan selama menjalankan ibadah haji. “Sengaja saya belikan untuk anak saya, Mas,” ujarnya.
Setibanya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, para jemaah langsung turun dari pesawat melalui garbarata. Dengan pengawalan petugas, mereka kemudian diarahkan menuju bus yang telah disiapkan.
Selanjutnya, rombongan diberangkatkan menuju Asrama Haji Balikpapan untuk menjalani proses penyambutan dan administrasi sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Samarinda.
Kedatangan kloter pertama ini menandai dimulainya pemulangan jemaah haji asal Kalimantan Timur. Pemerintah daerah bersama panitia haji telah menyiapkan berbagai fasilitas guna memastikan proses kepulangan berjalan lancar dan tertib.
Di tengah rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang, wajah-wajah jemaah tetap tampak bahagia. Selain telah menunaikan rukun Islam kelima, mereka juga membawa kebahagiaan kecil berupa oleh-oleh sederhana yang sarat makna bagi keluarga tercinta di rumah.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
40
