Harga Ayam Potong di Pasar Klandasan Balikpapan Anjlok, Daya Beli Masyarakat Menurun
FOTO: Rudi Pedagang ayam melayani pembeli ayam potong di Pasar Klandasan, Balikpapan. Meski harga turun menjadi Rp20 ribu per kilogram, daya beli masyarakat dilaporkan melemah
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Harga ayam potong di pasar tradisional Klandasan, Balikpapan Kota, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga kuat dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada periode sebelumnya yang sempat berada di atas Rp25 ribu per kilogram.
Rudi, salah satu pedagang ayam di Pasar Klandasan, mengaku penurunan harga tidak serta-merta meningkatkan jumlah pembeli. Justru sebaliknya, ia merasakan adanya penurunan daya beli yang cukup drastis.
“Sekarang harga memang turun, sekitar Rp20 ribu per kilo, tapi pembeli juga sepi. Daya beli masyarakat sangat menurun,” ujarnya saat ditemui, Minggu (7/6).
Menurut Rudi, dalam kondisi normal dirinya mampu menjual hingga 150 ekor ayam per hari. Namun saat ini, jumlah penjualan menurun cukup tajam.
“Biasanya bisa habis sekitar 150 ekor sehari, sekarang paling hanya 80 ekor saja,” katanya.
Ia memperkirakan penurunan penjualan tersebut mencapai sekitar 30 persen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang yang ikut menurun.
Selain itu, Rudi menambahkan bahwa stok ayam potong di pasaran saat ini dalam kondisi sangat mencukupi. Pasokan yang melimpah tidak diimbangi dengan permintaan yang stabil, sehingga harga cenderung turun.
“Barang sebenarnya banyak, stok aman. Tapi karena pembeli berkurang, harga jadi ikut turun,” jelasnya.
Fenomena ini juga dirasakan oleh pedagang lainnya di pasar tersebut. Mereka berharap kondisi daya beli masyarakat dapat segera pulih agar aktivitas jual beli kembali normal.
Penurunan daya beli ini diduga berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya hingga kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mendorong daya beli masyarakat. Dengan demikian, roda perekonomian di pasar tradisional dapat kembali bergerak secara optimal.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
70
