WFH Samarinda Efektif, Hemat BBM Hingga 1.178 Liter per Hari
(Foto: Walikota Samarinda, Andi Harun/doc)
SAMARINDA, Metrokaltim.com – Memasuki pekan kedua pelaksanaan work from home (WFH), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat tingkat kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nyaris sempurna.
Di balik itu, dampak efisiensi energi mulai terlihat nyata, memberikan gambaran bahwa kebijakan ini tidak sekadar administratif, tetapi juga berdampak langsung pada penghematan dan lingkungan.
Walikota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa evaluasi terbaru menunjukkan capaian positif dari sisi disiplin pegawai maupun efektivitas kebijakan.
Melalui sistem dashboard monitoring, pemerintah dapat memantau penghematan bahan bakar, listrik, penurunan emisi, hingga perubahan pola kerja ASN yang kini lebih berbasis digital.
“Saya lihat dari seluruh perjalanan sejak kita menerapkan dashboard monitoring terhadap dampak pelaksanaan WFH, baik penghematan BBM, listrik, hingga perubahan perilaku kerja ASN,” Ungkap Andi Harun. Jumat (24/4/2026).
Andi Harun menegaskan, selain efisiensi energi, produktivitas ASN tetap menjadi indikator utama. Setiap pegawai diwajibkan menyampaikan laporan harian meski bekerja dari rumah.
Hasil evaluasi menunjukkan capaian kepatuhan mencapai 99 persen, mendekati target maksimal yang diharapkan pemerintah.
“Evaluasi kita dari minggu lalu dan kita dapatkan 99 persen sudah sesuai dengan target dan harapan,” Ucap Andi Harun.
Kendati demikian, masih ditemukan sejumlah perangkat daerah yang belum sepenuhnya patuh. Bahkan, terdapat indikasi satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang seluruh pegawai non-strukturalnya menjalankan WFH secara penuh, sehingga perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut.
“Kita akan cek lagi apakah mereka WFH semua karena kurang paham atau memang faktor disengaja,” Ujar Andi Harun.
Selain itu, Andi Harun meyebutkan Pemkot juga menyoroti OPD yang belum terintegrasi dengan sistem monitoring, seperti Sekretariat DPRD Samarinda yang tercatat belum menggunakan dashboard sama sekali.
Untuk itu, dirinya telah menginstruksikan Asisten III, BKPSDM, serta Bagian Organisasi untuk melakukan pengecekan langsung kepada pimpinan perangkat daerah terkait.
Di sisi lain, efektivitas pengawasan mulai terlihat dari respons cepat ASN terhadap sistem.
Bahkan, Andi Harun sempat melakukan uji coba dengan menghubungi ASN secara acak melalui panggilan video, dan mendapat respons cepat.
“Saya menguji dua ASN. Pada saat kita telepon, panggilan pertama langsung diangkat melalui video call. Artinya pegawai sudah memahami aturan,” Jelasnya.
Dari sisi efisiensi, capaian pekan kedua menunjukkan hasil yang signifikan. Penghematan BBM mencapai 1.178,85 liter per hari, setara dengan puluhan perjalanan Samarinda–Balikpapan.
Total efisiensi biaya tercatat Rp18,1 juta, yang berasal dari penghematan BBM, listrik, dan air.
Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada lingkungan dengan penurunan emisi karbon sebesar 4.733,79 kilogram CO2e, setara kemampuan serapan ratusan pohon dewasa dalam setahun.
Meski bekerja dari rumah, produktivitas ASN tetap terjaga karena seluruh aktivitas dapat dipantau secara digital.
“Yang luar biasa lagi, kinerja pegawai tidak berubah walaupun mereka bekerja dari rumah. Aktivitas mereka bisa kita deteksi, jadi tidak bisa bohong,” tegas Andi Harun.
Ke depan, Andi Harun menambahkan Pemkot Samarinda akan memperketat evaluasi dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan kinerja ASN.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan WFH tidak hanya efisien, tetapi juga tetap menjaga kualitas pelayanan publik.
“Minggu depan semua laporan akan diperiksa, bukan hanya dicek, tapi dinilai keterpenuhan target kinerjanya,” Tutupnya (ADV)
35
