Pemkot Samarinda Perluas Car Free Day, Jalan Anggi Ditutup Total Akhir Pekan
(Foto: Salah satu CFD di Samarinda yang berlokasi di Jalan Kesuma Bangsa/doc)
SAMARINDA, Metrokaltim.com – Warga Samarinda kini memiliki ruang baru untuk beraktivitas sehat di akhir pekan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi memperluas kebijakan Car Free Day (CFD) dengan menutup total Jalan Fakhruddin atau yang dikenal sebagai Jalan Anggi bagi kendaraan bermotor, mulai akhir pekan ini.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus menekan konsumsi bahan bakar, khususnya BBM bersubsidi.
Selain itu, langkah ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, hingga melakukan kegiatan gotong royong di ruang publik yang lebih aman dan nyaman.
Kepada awak media, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengungkapkan perluasan CFD merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait pengendalian konsumsi energi.
“Dan Samarinda minggu kemarin di hari Sabtu sudah menunjukkan CFD-nya untuk memperluas atau menambah hari di Jalan Kusuma Bangsa,” Ungkapnya. Jum’at (24/4/2026).
Pada tahap awal, Manalu sapaan karibntya menjelaskan CFD di Jalan Anggi akan diberlakukan setiap Sabtu dan Minggu pagi, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 Wita. Selama pelaksanaan, seluruh ruas jalan ditutup total tanpa pengecualian, termasuk larangan parkir di kedua jalur.
“Itu semua jalan ditutup, jadi dua jalur itu tidak boleh ada kendaraan parkir sama sekali,” Jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran program, Dishub telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas serta lokasi parkir alternatif, salah satunya di kawasan Islamic Center.
Petugas juga akan disiagakan di sejumlah titik dengan pemasangan pembatas jalan (barrier) guna mengatur lalu lintas.
Meski akses kendaraan dibatasi, aktivitas masyarakat tetap diperbolehkan, termasuk kegiatan olahraga, kerja bakti, hingga aktivitas ekonomi skala kecil.
Manalu memastikan pelaku usaha tetap dapat beroperasi dengan memanfaatkan jalur distribusi alternatif, sementara keterlibatan UMKM masih terbuka sesuai inisiatif masyarakat setempat.
“Masyarakat kalau mau menuju ke Jalan Cendana bisa memilih jalur lain, seperti Jalan Meranti atau Jalan Antasari,” Ucap Manalu.
Untuk itu, Manalu menegaskan bahwa program ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen terhadap kebijakan nasional dan peningkatan kualitas lingkungan kota.
“Karena ini sudah program pusat dan jadi program pemerintah kota untuk menambah ruas jalan yang dijadikan CFD, besok sudah harus kita laksanakan,” Tutupnya. (ADV)
36
