WHO Sebut Kaltim Masuk 6 Provinsi yang Dikhawatirkan Kasus Covid-19

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kegiatan Serbuan Vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah dan bekerjasama dengan TNI-Polri, ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi yang didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan unsur Forkopimda.

Dalam peninjauan, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, dari jumlah vaksin yang di datangkan itu selalu dihabiskan, tetapi jika menghitung dari jumlah penduduk masih cukup jauh dan masih 24 persen. Tentu ini masih jauh untuk mencapai standar WHO 70 persen.

Hadi menambahkan, yang pasti pemerintah tetap menunggu, ketika datang dari pusat maka akan di distribusikan. Bahkan ia minta Kaltim untuk diprioritaskan, karena menurut WHO ada 6 Provinsi yang dikhawatirkan, karena jumlah penduduknya besar salah satunya di Kaltim.

“Maka itu kami minta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes), jaga imunitas dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imun,” kata Hadi Mulyadi usai meninjau kegiatan vaksinasi di BSCC Dome, Sabtu (24/7).

Dan untuk wilayah Kaltim yang masuk dalam prioritas tentu yang melaksanakan PPKM Darurat seperti Balikpapan, Bontang, Berau dan Samarinda. Dijelaskannya, karena pandemi ini berdampak pada ekonomi, maka itu pemerintah akan memberikan bantuan baik ke BSM ataupun PKH.

Yang kedua dalam kebijakannya, Gubernur telah memberikan santunan kepada pasien covid-19 yang meninggal dunia, yang awalnya Rp 15 juta per orang dibatalkan oleh menteri.

“Sehingga Gubernur Kaltim menggunakan APBD untuk memberikan santunan sebesar Rp 10 juta per orang melalui dinas sosial provinsi ke dinas sosial kabupaten/kota,” ucap Hadi usia meninjau.

Tempat yang sama, Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menjelaskan, ketersediaan vaksin diharapkan bisa diperbanyak untuk masuk ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya di Balikpapan. Melihat antusia warga Balikpapan untuk di vaksin sangat luar biasa.

Sementara untuk stok vaksin di Balikpapan masih kosong, karena pemerintah masih menunggu vaksin dosis kedua, yang mana masih banyak warga Balikpapan yang belum di vaksin.

“Jangankan vaksin dosis pertama, vaksin kedua saja kami masih menunggu kiriman dari pemerintah pusat,” ujar Rahmad Mas’ud.

Dirinya berharap, ajakan Presiden untuk serbuan vaksin bisa terealisasi dengan menyediakan vaksin, khususnya di Kaltim. Dan untuk kekosongan vaksin ini baru terjadi di Minggu ini, dan untuk mengantisipasi karena ada beberapa vaksin dosis kedua.

Ditambah semangat teman-teman untuk vaksin, misalnya datang 10 ribu dosis itu disuntikan semua, rata-rata begitu ditunggu vaksin keduanya sampai sekarang belum datang (sudah seminggu).

“Kami sampaikan pada warga untuk bersabar, pemerintah terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat, supaya pasien segera dikirimkan di Kaltim,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *