10 Program RPJMD Samarinda Disahkan, dari Pro Bebaya Hingga Pengembangan RTH

Samarinda, Metrokaltim.com – Setelah disepakati oleh seluruh fraksi di DPRD Kota Samarinda, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Samarinda tahun 2021-2026 telah disahkan menjadi peraturan daerah (Perda) RPJMD 2021-2026. Di mana pengesahan tersebut berlangsung pada rapat paripurna masa sidang kedua 2021, Kamis (12/8) yang digelar secara tatap muka dan virtual.

RPJMD ini sendiri merupakan pedoman bagi penyusunan program pembangunan, termasuk bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terhadap implementasi visi misi dari 10 program unggulannya.

“RPJMD ini akan menjadi isu strategis dalam pembangunan lima tahun kedepan. Ini pula yang menjadi ruh rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kami ke depan, sehingga program yang sudah disusun OPD bisa direalisasikan,” terang Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Ada 10 program unggulan visi misi Andi Harun-Rusmadi dalam RPJMD Samarinda tahun 2021-2026. Diantaranya Program Pemberdayaan (Pro Bebaya), yang merupakan program alokasi anggaran sebesar Rp 100 juta sampai Rp 300 juta per tahun di tingkat RT.

Program pengendalian banjir dan pembangunan sistem drainase modern. Pemkot Samarinda berencana membuat pintu air di Jembatan I di muara Sungai Karang Munus (SKM). Pembangunan akan mengunakan skema anggaran tahun jamak atau multiyears contract (MYC).

Ketiga, program sistem transportasi massal modern dan ramah lingkungan. Terbaru, pemkot akan membangun skytrain dari Stadion Sempaja menuju Bandara APT Pranoto Samarinda. Diketahui pembiayaan pembangunan akan memanfaatkan model kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dalam hal ini akan dibuat tim KPBU Samarinda.

Kemudian, program satu kartu untuk semua layanan, program smarcity plus, program dokter on call untuk keadaan darurat, dan program bantuan sarana dan prasarana menunjang pendidikan gratis 12 tahun.

Selain ada juga program Pengembangan Badan Usaha RT (berbasis kelurahan), program pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) atau taman rekreasi satu kelurahan satu playground dan terakhir program penciptaan 10 ribu wirausaha (start up) di Samarinda. Saat ini, program tersebut masih dibahas Pemkot Samarinda.

Sementara itu untuk kemampuan dalam pembiayaan 10 program strategis tersebut, Pemkot Samarinda terus melakukan pengembangan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD Samarinda yang telah memberikan beberapa catatan, seperti efektivitas OPD dalam pelaksanaan pembangunan serta penggunaan anggaran,” pungkasnya.

(adv/mk/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *