Malaysia Tourism Showcase 2024 Gaet Minat Wisatawan di Balikpapan
BALIKPAPAN , Metrokaltim.com — Malaysia Tourism Promotion Board menggelar kegiatan Malaysia Tourism Showcase Business-to-Business (B2B) Roadshow di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (21/8) yang ditandai dengan pemukulan Gong oleh Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan pariwisata antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Kalimantan Timur.
Kegiatan yang dihadiri oleh pelaku industri pariwisata dari kedua negara ini menyoroti potensi kerja sama lintas sektor, mulai dari pariwisata keluarga, kuliner, belanja, hingga wisata medis yang kini semakin diminati.
Ketua DPD Astindo Kaltim, Wilyan Levin, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah kunjungan antarnegara.
“Kami berharap dengan bertambahnya kapasitas penerbangan, akan lebih banyak orang Balikpapan yang bepergian ke Malaysia, dan sebaliknya. Kami juga belajar lebih banyak tentang layanan medis yang ditawarkan Malaysia. Ini bisa menjadi perbandingan agar rumah sakit di Indonesia juga bisa lebih maju, dan ke depannya kita bisa menjalin kerja sama yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Malaysia Tourism Board Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menjelaskan bahwa target kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia tahun 2025 mencapai 4,37 juta orang, meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar 4,1 juta.
“Hingga Juni 2025, kami sudah mencapai 2,2 juta kunjungan dari Indonesia. Ini menunjukkan optimisme kami untuk bisa mencapai target tahunan,” kata Hairi.
Hairi juga memaparkan empat segmen utama yang ditawarkan Malaysia kepada pasar Indonesia, yakni wisata keluarga (dengan destinasi seperti Legoland, Sunway Lagoon, dan Genting Highlands), wisata medis, wisata kuliner, dan wisata belanja. Ia menekankan bahwa layanan medis di Malaysia memiliki standar internasional dengan harga terjangkau serta akses yang mudah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Asita Kaltim, Syarifuddin, menambahkan bahwa pihak Malaysia menunjukkan minat tinggi terhadap potensi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai daya tarik baru.
“Teman-teman dari Malaysia sangat terbuka, bahkan sudah membawa bendera mereka ke sini. IKN menjadi salah satu ikon baru yang bisa kita promosikan dalam paket-paket wisata,” ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan IKN terus berjalan lancar agar bisa memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan B2B roadshow ini menjadi momentum penting dalam membangun jaringan kerja sama serta memperluas peluang investasi dan promosi destinasi antarnegara. Ke depan, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi penggerak pemulihan ekonomi kawasan, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
293
