Penghentian Sementara SPPG di Balikpapan Picu Perbedaan Respons Wali Murid
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Balikpapan mulai memengaruhi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar.
Sejak masuk sekolah pasca libur Lebaran, beberapa siswa tidak lagi menerima menu bergizi seperti sebelumnya. Di SDN 002 Balikpapan Tengah, misalnya, antrean pengambilan makanan tampak hilang, meski kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.
Ria, seorang wali murid, mengatakan pihak sekolah telah menginformasikan penghentian program tersebut. Ia menambahkan, langkah ini dilakukan untuk perawatan dan pembersihan dapur secara menyeluruh, bertujuan menjaga sanitasi dan meningkatkan kualitas distribusi makanan.
“Katanya dilakukan maintenance dan general cleaning supaya sanitasi tetap terjaga dan distribusi bisa lebih optimal,” ujarnya. Ia berharap program MBG bisa kembali berjalan normal sesegera mungkin demi kesehatan anak-anak.
Namun, tidak semua wali murid sependapat. Linda Aprini menilai program MBG perlu evaluasi menyeluruh karena menu yang disajikan tidak selalu disukai siswa, sehingga sering terbuang dan dinilai kurang efektif dari sisi anggaran.
“Banyak yang tidak dimakan, jadi terkesan mubazir,” kata Linda.
Di sisi lain, SDN 010 Balikpapan Selatan melaporkan kondisi berbeda. Program MBG di sekolah ini tetap berjalan normal dengan menu lengkap, mulai dari nasi, sayur, lauk, hingga buah. Seorang guru menyebutkan, program tersebut mendapat respons positif dari siswa dan berjalan rutin setiap hari tanpa kendala.
Berdasarkan kebijakan Badan Gizi Nasional, sedikitnya 18 dapur SPPG di Balikpapan dihentikan sementara. Hingga kini, belum ada kepastian kapan program MBG akan kembali berjalan secara normal.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
146
