HMI Cabang Balikpapan Gelar Aksi Damai di Depan Kilang Pertamina, Sampaikan 6 Point Tuntutan
FOTO: Massa Aksi berorasi di depan kilang pertamina balikpapan/ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Pertamina Karang Anyar, Balikpapan, Jumat sore (08/05). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah persoalan sosial dan ketenagakerjaan di lingkungan Kota Balikpapan.
Massa aksi yang menggunakan kendaraan mobil melakukan orasi secara bergantian di depan area Kilang Pertamina Balikpapan. Dalam aksi tersebut, peserta membawa tuntutan yang berisi enam poin penting yang ditujukan kepada pihak terkait.
Koordinator lapangan aksi, Wisnu Nugroho, mengatakan bahwa salah satu fokus utama tuntutan mereka adalah persoalan pelecehan seksual serta perlindungan hak-hak guru di Kota Balikpapan.
“Jadi ada beberapa poin tuntutan kami, total ada enam poin. Salah satu yang paling utama adalah persoalan pelecehan seksual dan hak-hak guru. Niat kami datang ke sini untuk mengawal hak-hak guru yang ada di Kota Balikpapan,” ujar Wisnu saat ditemui di lokasi aksi.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti persoalan tenaga kerja, dugaan kekerasan di lingkungan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), serta sejumlah isu lain yang dinilai perlu mendapatkan perhatian bersama.
Menurut Wisnu, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian HMI Cabang Balikpapan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Pertamina Balikpapan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa beberapa isu yang disampaikan bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak Kilang Pertamina Balikpapan.
“Terkait permasalahan kekerasan di RSPB, itu bukan sepenuhnya pihak Kilang Pertamina Balikpapan. Tetapi ini adalah bentuk atensi dari HMI Cabang Balikpapan terhadap lingkup Pertamina Balikpapan,” katanya.
Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Tidak terlihat adanya tindakan anarkis selama kegiatan berlangsung.
HMI Cabang Balikpapan juga membuka peluang untuk melakukan diskusi lanjutan dengan pihak Pertamina maupun Kilang Pertamina Balikpapan guna membahas tuntutan yang telah disampaikan.
“Untuk pertemuan selanjutnya nanti akan kami diskusikan kembali bersama pengurus HMI. Kami berharap pihak Pertamina atau Kilang Pertamina Balikpapan dapat memberikan ruang dan fasilitas untuk mengkaji persoalan ini bersama-sama ke depannya,” tutup Wisnu.
38
