Saya Gemetar Saat Menggendongnya” – Detik-Detik Penyelamatan Bayi Perempuan yang Ditemukan Penuh Pasir
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Seorang bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di sebuah lokasi permukiman saat hujan masih mengguyur kawasan tersebut. Bayi yang diduga baru dilahirkan sekitar satu jam sebelum ditemukan itu langsung dievakuasi oleh seorang warga bernama Wa Ode Serong untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum diserahkan kepada petugas berwenang.
Wa Ode mengaku sempat diliputi rasa gugup ketika pertama kali menggendong bayi tersebut. Menurutnya, kondisi bayi masih sangat rentan karena tali pusat dan ari-arinya masih menempel. Meski demikian, naluri kemanusiaannya mendorong dirinya untuk segera menyelamatkan sang bayi.
“Saya sampai gemetar saat membawa bayi itu masuk ke dalam rumah. Begitu di dalam, saya langsung mengambil selimut untuk menghangatkannya dan membersihkan pasir yang menempel di wajahnya,” ujar Wa Ode.
Ia menjelaskan, saat pertama kali ditemukan tali pusat bayi masih terlilit di bagian betis, sementara ari-arinya masih berada di bagian belakang tubuh bayi. Kondisi tersebut membuatnya sempat ragu untuk mengangkat bayi karena khawatir membahayakan keselamatannya.
“Waktu saya lihat, tali pusatnya masih terlilit di betis dan ari-arinya masih ada. Awalnya bayi belum bergerak, tetapi setelah saya menyentuh tangannya, dia mulai bergerak dan menggenggam jari saya. Dari situ saya memberanikan diri menggendongnya,” katanya.
Menurut Wa Ode, berdasarkan kondisi fisik bayi yang masih tampak kuat dan responsif, ia memperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan sekitar satu jam sebelum ditemukan. “Kalau menurut saya sekitar sejam yang lalu dilahirkan. Bayinya masih kuat. Kalau sudah beberapa jam, mungkin kondisinya sudah lemas karena kedinginan,” tuturnya.
Selain itu, Wa Ode mengatakan bayi ditemukan dalam keadaan basah karena diguyur hujan dan wajahnya dipenuhi pasir. Setelah dibawa ke dalam rumah, ia segera membersihkan wajah bayi dan membungkusnya dengan selimut agar suhu tubuhnya tetap hangat.
“Bayi itu memang masih basah. Mukanya penuh pasir karena terkena hujan. Setelah saya angkat, langsung saya bersihkan dan saya selimuti,” ungkapnya.
Terkait upaya penyelidikan, Wa Ode menyebut terdapat kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi penemuan, termasuk di area masjid dan salah satu bangunan di sekitar jalan. Keberadaan kamera tersebut diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap pihak yang diduga tega meninggalkan bayi malang tersebut.
Hingga kini, bayi perempuan itu telah mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas, sementara kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
40
