Balikpapan Utara Berpeluang Miliki Sekolah Rakyat, Umar: Tinggal Menunggu Kepastian Aset

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kilometer 13, Kecamatan Balikpapan Utara (Balut), masih menunggu kepastian terkait status aset lahan. Meski demikian, pemerintah memastikan pembiayaan program tersebut akan bersumber dari pemerintah pusat.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengatakan, hingga saat ini proses yang masih menjadi perhatian adalah penyelesaian status aset. Setelah persoalan tersebut rampung, tahapan selanjutnya berupa penyesuaian maupun rehabilitasi bangunan juga akan dibiayai oleh pemerintah pusat.

“Yang pertama tentang aset. Yang saya ketahui sampai saat ini, untuk Sekolah Rakyat pembiayaannya dari pusat. Artinya tinggal menunggu lagi, apakah nanti kalau memang asetnya sudah clear,” ucap Umar Adi kepada media, Rabu (22/7/2026).

Ia berharap program Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan di Kota Balikpapan, khususnya di Kecamatan Balut, agar dapat memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Terkait rencana pembangunan di Kilometer 13 Balut, Umar menjelaskan pihak kecamatan masih menunggu kepastian dari pemerintah mengenai lokasi tersebut. Menurutnya, sejauh ini kecamatan belum dilibatkan dalam pembahasan lebih lanjut.

“Mengenai informasi lanjutan mungkin memang sudah ada, tetapi sejauh mana perkembangannya kebetulan kecamatan belum dilibatkan. Biasanya yang dilakukan terlebih dahulu adalah sinkronisasi dan finalisasi aset. Yang jelas, lahannya sudah ada,” terangnya.

Kata dia, Sekolah Rakyat merupakan program yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun anak-anak yang menghadapi persoalan sosial. Sasaran utamanya adalah mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus, bukan sekadar layanan pendidikan formal.

“Yang diutamakan adalah anak-anak yang tidak terurus atau kurang mendapatkan perhatian, baik karena masalah ekonomi, ditelantarkan orang tua, maupun persoalan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga pembinaan karakter dan pengawasan terhadap peserta didik. Karena itu, siswa yang mengikuti program tersebut akan tinggal di asrama selama menjalani pendidikan.

“Anak-anak itu bukan hanya butuh pembelajaran, tetapi juga membutuhkan pengawasan khusus. Makanya Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama,” jelasnya.

Menurut Umar, sistem asrama akan memberikan berbagai manfaat, mulai dari mengurangi beban orang tua dalam mengantar dan menjemput anak, hingga memudahkan tenaga pendidik memantau perkembangan, tumbuh kembang, serta kemampuan setiap peserta didik secara lebih intensif.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga miskin maupun mereka yang mengalami permasalahan sosial dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang layak sekaligus pembinaan secara menyeluruh.

“Harapannya memang mengakomodasi warga miskin. Kalau masyarakat yang mampu tentu bisa menyesuaikan dengan sekolah yang dianggap paling sesuai untuk anaknya. Jadi prioritasnya memang untuk warga miskin ataupun anak-anak yang mendapatkan masalah tertentu,” pungkasnya.

Penulis: Rie

Editor: Alfa

32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *