Disdag Balikpapan Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Kebakaran Pasar Sepinggan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran yang melanda Pasar Sepinggan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik berdasarkan keterangan sejumlah pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
“Kami masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan BPBD. Selanjutnya, penyebab utama kebakaran akan dipastikan melalui penyelidikan kepolisian,” ujar Haemusri.
Ia menjelaskan, informasi awal yang diterima dari pedagang menyebutkan api diduga berasal dari meteran listrik. Beberapa pedagang mengaku melihat percikan api sebelum kobaran membesar dan menjalar ke kios lainnya.
“Informasi yang kami terima dari pedagang, api diduga berasal dari meteran listrik. Namun, informasi tersebut masih bersifat sementara dan kami tetap menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian,” katanya.
Selain itu, Haemusri menyoroti minimnya sarana keselamatan kebakaran di Pasar Sepinggan. Saat api mulai muncul, pedagang disebut tidak menemukan alat pemadam api ringan (APAR) yang dapat digunakan untuk mengendalikan kobaran api.
“Karena tidak ada APAR yang bisa digunakan saat itu, pedagang panik sehingga api dengan cepat membesar dan menjalar ke beberapa kios,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya enam petak kios mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Disdag masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kios maupun pedagang yang terdampak.
Sebagai langkah penanganan, Disdag menyiapkan opsi relokasi sementara bagi pedagang dengan memanfaatkan los-los kosong yang masih tersedia di dalam kawasan Pasar Sepinggan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
“Nanti akan kami lihat kondisinya. Jika memungkinkan, pedagang yang terdampak bisa menempati los-los kosong yang masih tersedia di dalam pasar,” ucapnya.
Haemusri menambahkan, Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tertua di Kota Balikpapan yang telah beroperasi sejak era 1970-an. Kondisi bangunan yang telah berusia puluhan tahun dinilai menjadi perhatian pemerintah, meski selama ini telah dilakukan pemeliharaan secara berkala.
Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan berencana memprioritaskan revitalisasi Pasar Sepinggan dalam program pembangunan mendatang guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
“Pasar ini sudah cukup tua. Ke depan, apabila memungkinkan pada tahun anggaran berikutnya, kami akan memprioritaskan revitalisasi agar kondisi pasar menjadi lebih aman, nyaman, dan representatif,” pungkas Haemusri.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
51
