Hari Ketiga Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah Dekat IKN

FOTO: Deputi IKN Danis Sumadilaga saat memberikan keterangan kepada awak media perkembangan OMC/doc.

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Memasuki hari ketiga operasi modifikasi cuaca yang dilakukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak penyemaian awan mulai terlihat di sejumlah wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada Senin pagi, hujan mulai mengguyur sejumlah kawasan di sekitar IKN, meski intensitasnya masih tergolong sedang. Kondisi tersebut dinilai menjadi perkembangan positif setelah operasi modifikasi cuaca dilakukan selama dua hari, sejak Sabtu hingga Minggu.

Deputi Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan pihaknya melihat adanya peningkatan curah hujan di sejumlah titik yang dipantau melalui pos pengamatan.

“Sejak pagi, sekitar Balikpapan itu sudah hujan tadi, sekitar jam 5, jam 6. Kemudian saya lihat potensi awan itu sangat besar, sehingga kita segera menyiapkan pesawat untuk melakukan operasi di hari ketiga ini,” ujar Danis, Senin (24/8/2026) siang di Base Ops Lanud Dhomber Balikpapan.

Menurut Danis, hasil pemantauan di sejumlah daerah aliran sungai menunjukkan adanya hujan yang telah terukur, meskipun intensitasnya masih ringan. Sementara itu, hujan dengan intensitas lebih tinggi terjadi di wilayah yang berada lebih ke utara dari kawasan IKN.

“Kalau kita lebih ke utara lagi, ternyata yang sudah cukup besar di daerah Kutai Kartanegara. Bahkan sampai siang ini di daerah Bukit Bangkirai dan sekitarnya, sudah terjadi hujan lebat,” katanya.

Danis menilai kondisi tersebut menjadi hasil yang cukup menggembirakan dari pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Penyemaian garam ke dalam awan dilakukan untuk memicu pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran.

Sementara untuk kawasan inti IKN, dampak hujan mulai terlihat dari kenaikan tinggi muka air di sejumlah infrastruktur penampungan dan sumber air. Salah satunya terpantau di Intake Sepaku.

“Yang konkret, misalnya tinggi muka air di Intake Sepaku itu tadi mulai naik beberapa sentimeter. Ini terus kita amati karena air itu seiring waktu meningkat,” jelas Danis.

Selain Intake Sepaku, OIKN juga terus memantau tinggi muka air di bendungan dan sejumlah embung yang berada di kawasan IKN. Data tersebut akan digunakan untuk melihat kecenderungan perubahan ketersediaan air setelah hujan turun.

“Pengamatan kita di embung-embung juga akan kita catat, kecenderungannya terjadi peningkatan tinggi muka air,” ujarnya.

OIKN bersama TNI AU dan BMKG akan melanjutkan pemantauan serta operasi modifikasi cuaca pada hari ketiga. Hasil penyemaian awan dan perkembangan curah hujan di sejumlah wilayah akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan efektivitas operasi dalam meningkatkan pasokan air di kawasan IKN.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

42

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *