BBM Bersubsidi Nadi Kehidupan Warga Pulau Sebatik

FOTO: Penyaliuran BBM Bersubsidi Bio Solar Dan Pertalite Melalui Pelabuhan untuk Masyarakat Pulau Sebatik. ( Ries)

NUNUKAN, Metrokaltim.com –  Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite menjadi urat nadi kehidupan warga Pulau Sebatik di Provinsi Kalimantan Utara. Pulau Sebatik merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Tawau Malaysia.

Pelabuhan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN ) menjadi saksi roda perekonomian pulau Sebatik berlangsung, selain bahan makanan,  pelabuhan Senyamuk ini dipergunakan untuk melakukan bongkar muat Bahan Bakar Minyak ( BBM ) untuk masyarakat Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.

Beralihnya konsumsi BBM dari milik Malaysia ke produk Indonesia sangat dirasakan oleh nelayan tangkap dan nelayan rumput laut. Sejak menggunakan BBM Berubsidi jenis Bio Solar, Perekonomian nelayan meningkat cukup tajam.

Hal ini di rasakan Djoardi, seorang nelayan tangkap ikan. Dirinya menceritakan perbedaan penggunaan BBM Malaysia dan Indonesia. Dalam sekali ambil biasanya Djoardi mengunakan BBM jenis Bio Solar sekitar 60 liter. Namun saat menggunakan BBM dari Malaysia, dirinya harus merogoh kocek lebih dalam, dalam satu hari dirinya  harus mengeluarkan Rp600 ribub rupiah untuk satu hari melaut.

“waktu kami gunakan BBM dari Malaysia minimal penghasilan harus mencapai  satu juta pak sehari, jika kami tidak mendapatkan satu juta hasil laut, kami pasti rugi,” ucapnya.

Sejak kami menggunakan BBM Bio Solar kami sudah tidak pernah merasa rugi lagi dalam melakukan aktifitas nelayan. Kami beli BBM Bio Solar dua drum, dengan harga satu drum Rp 1.300 ribu rupiah. Dalam sepuluh hari kami bisa menghasilkan tangkapan ikan mencapai Rp 5 Juta Rupiah, dengan BBM sekitar satu drum yang kami pergunakan.

“Alhamdulillah sejak menggunakan BBM subsidi Bio Solar, perekonomian kami meningkat. Anak bisa sekolah dan dapur di rumah bisa terus berasap,” ujarnya.

Djoardi Saat Membeli BBM Jenis Bio Solar untuk Mencari melaut mencari nafkah bagi keluarga

Djoardi meminta agar harga BBM bersubsidi Bio Solar diharapkan kedepan tidak ada kenaikan harga lagi, sehingga kesejahteraan nelayan tangkap ikan dan nelayan rumput laut meningkat.

Sementara itu SBM Kaltimut V Fuel Nabila Inanbarika Hartyana menjelaskan, untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat Pulau Sebatik, Kalimantan Utara untuk mengkonsumsi BBM Bersubsidi,  Pertamina memberikan kemudahan untuk mendapatkan BBM bersubsidi Bio Solar yang digunakan oleh para nelayan tangkap dan nelayan rumput laut.

Dengan adanya tantangan geopolitik di seluruh dunia, hal itu juga berdampak kepada negara tetangga Malaysia, sehingga menyebabkan BBM yang semula beredar luas di Sebatik dan cukup bisa dibilang murah, saat ini menjadi terbatas dan harganya cukup mahal. Dengan ada hal tersebut pihak PT Pertamina mendapatkan peluang bagus untuk menjual BBM Bio Solar dan Pertalite dan mengajak masyarakat Sebatik kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk menggunakan BBM Produk Indonesia.

Faktor kenaikan penggunaan BBM Bio Solar lantaran Malaysia memperketat BBM Subdsidinya dan harganya melonjak tajam, akibat Geopolitik yang terjadi. Sehingga para nelayan Indonesia hijrah menggunakan BBM subsidi Bio solar. Penggunaan yang awalnya 50 ton BBM perbulannya, kini tercatat BBM Bio Solar mencapai 100 Ton perbulannya yang digunakan oleh para nelayan, ada kenaikan yang sangat signifikan dalam konsumsi BBM di pulau Sebatik.

“Semua BBM sudah tersedia di seluruh SPBU Sebatik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi produk Indonesia dan tidak lagi kembali menggunakan BBM milik Malaysia”, pungkas Nabila.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

89

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *