Ada 2 Ribu Tenaga Pendidik Divaksin, Rizal : Kami Minta Provinsi Berikan Persediaan Vaksin

Balikpapan, Metrokaltim.com – Menjelang pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021, Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan gelar vaksinasi untuk 2 ribu tenaga pendidikan di 38 fasilitas kesehatan Balikpapan, Selasa (23/3).

“Karena ada rencana guru bertatap muka. Nanti kami sesuaikan sekolahnya, apakah semuanya. Ini sedang kami susun SOP bersama Dinas Pendidikan, dan itupun hanya dipakai 50 persen,” ucap Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat melakukan peninjauan di rumah sakit dr Hardjanto (RST) Balikpapan, Selasa (23/3).

Rizal mengatakan sesuai dengan instruksi menteri pendidikan akan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Memang semua tenaga pendidik di Kota Balikpapan sekitar 7 ribu, sedangkan tenaga pendidik yang melaksanakan vaksinasi kurang lebih 2.750 tenaga pendidik. Dan tersisa 4.300 tenaga pendidik yang belum melaksanakan vaksin.

“Kami akan liat, apakah yang belum divaksin masih mengajarnya secara daring,” jelas Rizal.

Sementara persediaan vaksin menipis, Ketua Satgas Covid 19 meminta kepada provinsi persediaan vaksin yang dimiliki untuk diberikan kepada 2 ribu tenaga pendidik khususnya diatas usia 50 tahun.

“Karena keterbatasan vaksin, guru yang diatas 50 yang kami lakukan dan diselesaikan hari ini,” terangnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Boentoro menyampaikan, vaksinasi diberikan kepada semua tenaga pendidik dari tingkat paud hingga SMK/SMA. Karena ini syarat yang harus dilakukan untuk memulai pembelajaran tatap muka, terkecuali tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit.

“Tahun ajaran baru diharap sudah vaksin dan masalah target tanyakan di Dinas Kesehatan,” akunya.

Dirinya menerangkan, kasus covid-19 di Balikpapan yang melandai juga menjadi pertimbangan dari pembelajaran tatap muka. Sehingga, saat ini vaksinasi guru dipersiapkan terlebih dahulu.

“Hari ini di Bhayangkara guru Kemenag dan RST Disdik,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menambahkan, masing-masing 100 tenaga pendidik Kementerian Agama dan Disdik melakukan vaksinasi di kedua rumah sakit.

Dan belum ada sasaran baru selain guru dalam minggu ini, masih menunggu vaksin berikutnya. Ia mengingatkan vaksinasi hanya melindungi 65 persen, oleh karena itu masyarakat yang telah melakukan vaksin jangan merasa terlindungi apabila masih vaksinasi pertama.

“Proses pembentukan kekebalan tubuh seseorang membutuhkan waktu dan tidak sama setiap orang,” pungkasnya.

(Mys/ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *