Agenda Dibatalkan, Jasa Perhotelan Merugi, Imbas Penerapan Kaltim Steril

Tana Paser, Metrokaltim.com – Penerapan Kaltim Steril pada Sabtu dan Minggu (6-7/2). Tak hanya dikeluhkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha kelas menengah kebawah. Pun berdampak dengan jasa perhotelan, meski hanya dua hari.

Karena kurun waktu itu, terjadi pembatalan sewa kawar maupun ruangan. Mengingat, instruksi Gubernur Kaltim, Isran Noor, meminta tak beraktivitas di luar rumah. Jelas itu sangat merugikan.

“Untuk Sabtu dan Minggu (Kaltim Steril) ada dua agenda yang dibatalkan. Yakni akad nikah serta kegiatan organisasi,” ungkap General Manager (GM) Hotel Kyriad Sadurengas, Alle Mahrus, Senin (8/2) sore.

Kondisi Hotel Kyriad sepi setelah Gubernur Kaltim Instruksi untuk Kaltim Steril Sabtu dan Minggu.

Dikatakannya, penerapan Kaltim Steril pasti merugikan semua pelaku usaha. Diterangkan Alle, jika cukup penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang diperketat. Ia berharap kedepan, pemerintah benar-benar cermat dalam mengeluarkan instruksi atau kebijakan terkait Covid-19.

“Tidak perlu ada larangan keluar rumah. Karena, sejak awal pandemi saja, kami sudah kesulitan menghidupi hotel,” bebernya.

Setali tiga uang, Owner Hotel Indah, Farid Hamzah mengaku merugi. Kini ia hanya berharap tamu yang datang, meski tergolong sepi. Dirinya menyarankan, pemerintah tak perlu membatasi masyarakat saat keluar rumah. Seharusnya cukup penekanan atau penegasan prokes. “Penghasilan kami itu diakhir pekan. Kalau pemberlakukan Sabtu-Minggu nanti benar-benar diberlakukan, bisa bangkrut kami. Bayar karyawan mau dari mana,” tandas Farid.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *