Air Tak Mengalir Sepekan, Warga BDS Mengamuk Tutup Akses Jalan
FOTO: Warga Kampung Buton memblokade jalan utama di kawasan BDS, Balikpapan, Selasa (23/6), sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang tak kunjung teratasi./ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Gangguan distribusi air bersih di kawasan Bukit Damai Sentosa (BDS), Gunung Bakaran, Kota Balikpapan, memicu aksi protes warga pada Selasa (23/6). Aksi tersebut terjadi di tengah upaya Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) yang tengah menelusuri sumber kerusakan jaringan pipa distribusi.
Manajer Distribusi PTMB, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan bertahap guna mengidentifikasi titik permasalahan. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan adanya kebocoran signifikan pada bagian bawah pipa distribusi utama.
“Pemasangan instalasi di kawasan BDS depan kami lakukan untuk mempermudah pelacakan kerusakan secara bertahap. Tim menemukan kebocoran besar yang menjadi penyebab utama terganggunya suplai air,” ujar Indra.
Sebagai langkah percepatan penanganan, PTMB melakukan pemotongan jalur transmisi ke bagian atas guna melokalisasi aliran dan memfokuskan perbaikan pada titik kerusakan. Proses tersebut diklaim telah rampung dan saat ini perbaikan tengah dikebut.
“Kami menargetkan perbaikan selesai dalam waktu dua hari agar distribusi air ke wilayah hilir dapat kembali normal,” tambahnya.
Di sisi lain, gangguan yang berlangsung lebih dari sepekan di sejumlah RT, yakni RT 22, RT 23, RT 24, RT 41, dan RT 42, memicu reaksi warga. Sekitar 100 warga sempat memblokade jalan utama sejak pagi hari sebagai bentuk protes atas belum pulihnya layanan air bersih.
Warga juga menyoroti distribusi bantuan air bersih melalui mobil tangki yang dinilai belum merata. Keterbatasan pasokan dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan enam rukun tetangga yang terdampak.
Aksi pemblokiran jalan sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama sebelum akhirnya dibuka kembali setelah adanya komunikasi antara warga dan pihak PTMB. Meski demikian, warga menyatakan akan kembali melakukan aksi serupa apabila perbaikan tidak segera terealisasi sesuai janji.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
32
