Atasi Masalah Sampah, Pemkot Samarinda Bangun Insinerator dan Gencarkan Edukasi Lingkungan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

SAMARINDAMetrokaltim.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun terus menggencarkan upaya terukur dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Tepian. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan insinerator atau alat pemusnah sampah berbasis teknologi.

Selain mengedepankan pendekatan teknologi, Pemkot juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini untuk membentuk kesadaran generasi mendatang terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau pendekatan kita tidak berubah, sampah akan terus bertambah. Omong kosong kalau kita pikir bisa kendalikan sampah dengan cara lama,” tegas Andi Harun, Rabu (8/5/2025)

Tahun ini, Pemkot Samarinda akan memasang sepuluh unit insinerator. Satu unit alat tersebut mampu memusnahkan hingga 10 ton sampah dalam waktu empat jam. Jika beroperasi selama delapan jam per hari, kapasitas pengurangan sampah bisa mencapai 200 ton, dan akan berlipat jika dioperasikan penuh selama 24 jam.

“Kita bangun insinerator sekarang saat kota lain belum memikirkannya. Percayalah, dua tahun lagi, Samarinda akan jadi kota yang paling siap mengendalikan sampah,” kata Andi Harun.

Tak hanya soal teknologi, edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang Pemkot. Menurut Andi Harun, menjaga kebersihan bukan sekadar kegiatan harian, tetapi bagian dari membangun peradaban kota.

“Ini bukan sekadar urusan bersih-bersih. Kita ajarkan sejak kecil bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari gaya hidup,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga tengah menyusun skema ekonomi sirkular berbasis sampah, melalui penguatan bank sampah dan program daur ulang yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Program tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi dari sampah.

“Bayangkan kalau sampah bisa jadi penghasilan. Warga pasti lebih termotivasi untuk memilah dan mengelola limbah secara mandiri. Ini yang sedang kami siapkan,” pungkasnya.

Dengan kombinasi teknologi modern, perubahan pola pikir, dan partisipasi publik, Pemkot Samarinda berharap dapat menjadikan kota ini sebagai percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia.

138

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.