Program Kelurahan Madani Dorong Warga Batu Ampar Kelola Potensi Daerah
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, berupaya mengoptimalkan aset daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan pasar malam dan rumah budidaya maggot yang akan dikelola langsung oleh warga.
Lurah Batu Ampar, Awan Darmawan mengatakan, dua program tersebut menjadi bagian dari Program Kelurahan Madani yang telah diajukan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Selain itu, kelurahan juga mengusulkan pembangunan sarana bermain indoor dan outdoor di Posyandu.
Menurut Awan, konsep utama program ini bukan hanya membangun fasilitas, tetapi memastikan masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan melalui pengelolaan bersama.
“Pengelolanya murni masyarakat. Harapannya, program ini tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga terus berkembang karena dikelola dan dimiliki bersama oleh warga,” ucap Awan kepada media, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, pasar malam direncanakan dibangun di kawasan RT 10, tepatnya di sekitar Gedung Serbaguna. Lokasi tersebut dinilai strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya.
Sementara itu, rumah budidaya maggot akan memanfaatkan aset milik Pemerintah Kota Balikpapan yang selama ini belum digunakan secara optimal. Fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat pengolahan sampah organik, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui budidaya maggot.
“Melalui program ini, aset yang belum dimanfaatkan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Kelurahan Batu Ampar juga mengusulkan penyediaan sarana bermain indoor dan outdoor di Posyandu yang telah memiliki bangunan permanen di beberapa RT. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menciptakan ruang yang lebih ramah anak sekaligus mendukung pelayanan kesehatan ibu dan balita.
Awan mengatakan, seluruh usulan masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Bappeda. Apabila disetujui, pembangunan akan dibiayai melalui APBD dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
“Kalau seluruh usulan disetujui, kami berharap fasilitas ini tidak hanya menjadi proyek pembangunan, tetapi benar-benar menjadi sumber penghasilan, ruang usaha, dan pusat aktivitas masyarakat yang dapat dikelola secara mandiri oleh warga,” pungkasnya.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
34
