Bawaslu Apresiasi Seluruh Penyelenggara, Meski Masih Ada Data yang Dikroscek Ulang

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dalam pelaksanaan rapat pleno terbuka yang digelar KPU Kota Balikpapan Rabu (16/12), Bawaslu kota Balikpapan memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara mulai tingkat bawah sampai di tingkat kota.

Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan mengatakan, pelaksanaan rekapitulasi ini ada 6 kecamatan yang dibacakan, secara prinsipnya terkait dengan hasil baik yang dibacakan, dipegang saksi, pemantau dan Bawaslu semua tidak ada perbedaan, meski ada beberapa data yang perlu di koreksi.

“Nah itulah fungsinya rekapitulasi di tingkat kota, walaupun memang di tingkat kecamatan juga sudah dilakukan koreksi terkait dengan selisih data,” ucap Agustan kepada Metrokaltim.com saat rehat rapat pleno.

Sementara untuk di kota ini memang dilakukan, walaupun tingkat kecamatan sudah selesai, namun saat di lihat masih ada beberapa hal yang kemudian dilakukan koreksi. Dan itu memang lumrah dalam penginputan, karena di sini juga ada menggunakan sirekap dan manual yang menggunakan Excel, sehingga saat ini tidak ada masalah.

“Dari pantauan kami memang hampir semua di kecamatan ada koreksi, tetapi terkait dengan penginputan data, misalnya yang harusnya 0 menjadi 1,” jelasnya.

Rapat pleno terbuka yang digelar di Hotel Sagita Balikpapan.

Tidak hanya itu, koreksi itu juga dilakukan karena adanya DPTB yang menggunakan hak pilih di DPT. Ditanya perihal partisipasi masyarakat, ia menegaskan, sebenarnya jika dibandingkan dengan Pilkada tahun 2015 ada kenaikan, meski ditengah pandemi covid-19. Mengapa dikatakan naik, karena di tahun 2015 hanya ada 54 persen yang menggunakan hak pilih, tahun ini ada kenaikan sekitar 7 persen, meski secara nasional target ini memang belum tercapai dari angka target 77,5 Persen.

Paling tidak melihat adanya Pilkada di tengah wabah ini dibandingkan dengan pemilu di Amerika Serikat dan Korea Selatan itu di angka 66 persen. Dan bisa dikatakan hampir sama dengan di luar Indonesia

“Kenaikan ini cukup sedikit karena memang ada TPS yang partisipasi cukup kecil, seperti di TPS 19 Karang Jati yang hanya 10 persen, dan kendalanya itu karena memang itu perumahan Pertamina yang warganya sudah pindah tempat tinggal,” akunya.

Dan melihat perolehan angkat untuk kolong kosong sendiri memang cukup signifikan yakni sekitar 30 persen itupun cukup tinggi, walaupun di Pilkada 2020 ini ada daerah yang memang kolom kosongnya menang seperti di Wonosobo.

Hanya saja Bawaslu tidak bisa memberikan keterangan, tetapi yang jelas bentuk partisipasinya cukup tinggi. Sedangkan untuk sebab dan alasannya Bawaslu tidak bisa menilai.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *