Begini Cara Polda Kaltim Pastikan Makanan Gratis untuk Siswa Aman dan Bergizi
Ahli gizi SPPG Polda Kaltim memeriksa kualitas dan kandungan gizi makanan sebelum didistribusikan ke sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Dapur SPPG Jalan Stalkuda, Balikpapan Selatan. Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berlokasi di Jalan Stalkuda, Balikpapan Selatan, satuan ini berperan penting dalam memproduksi serta menyalurkan makanan bergizi bagi pelajar di sejumlah sekolah dengan standar keamanan pangan yang ketat.
Hingga kini, SPPG Polda Kaltim telah melayani enam sekolah di wilayah Balikpapan. Setiap proses produksi hingga penyajian makanan diawasi langsung oleh tim gabungan dari Propam, Jendwabda, dan Bintobet Polda Kaltim. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan seluruh makanan bebas dari bahan berbahaya seperti sianida, formalin, dan borat.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kaltim, Kombes Pol Teguh Nugroho, menegaskan bahwa pemeriksaan makanan dilakukan secara menyeluruh sebelum distribusi ke sekolah-sekolah.
“Setiap hari kita lakukan pengecekan sebelum makanan dikirim. Hasil pengecekan ini kami diskusikan bersama pihak sekolah agar mereka mengetahui kualitas dan keamanan makanan yang diterima,” ujar Kombes Teguh, Sabtu (8/11).
Selain di Balikpapan, pengawasan serupa juga diterapkan di wilayah Polresta Samarinda dan Kutai Barat. Proses pengecekan dilakukan secara berlapis, mulai dari tahap produksi di dapur SPPG hingga penyajian di sekolah. Menurutnya, hasil uji laboratorium sejauh ini menunjukkan seluruh makanan aman dan layak konsumsi.
“Kami dari tim Propam, Jendwabda, dan Bintobet setiap hari turun langsung memastikan tidak ada kandungan berbahaya. Alhamdulillah, sejauh ini semua aman,” lanjutnya.
Kombes Teguh menjelaskan, pengawasan tersebut menjadi bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap SPPG Polda Kaltim. Jika ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya, maka makanan tersebut segera ditarik dan tidak disalurkan.
“Kalau hasil tes menunjukkan adanya bahan berbahaya, kami langsung tarik dan tidak kami distribusikan. Ini langkah antisipasi agar program MBG tetap berjalan aman,” tegasnya.
Dalam sehari, SPPG Polda Kaltim mampu memproduksi ribuan porsi makanan bergizi sesuai kebutuhan gizi anak sekolah. Menu disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi dan telah melalui uji kelayakan sebelum disajikan.

Salah satu sekolah penerima manfaat, SDN 001 Balikpapan Kota, telah merasakan manfaat program MBG sejak September 2025. Kepala sekolah, Sri Yuniarti, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.
“Kami bangga bisa ikut program ini. Anak-anak senang karena setiap hari mendapat makanan bergizi. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut,” ujarnya.
Sebanyak 730 siswa, dari kelas 1 hingga kelas 6, menerima makanan setiap pagi antara pukul 08.00–09.00 WITA. Distribusi dilakukan dengan sistem piket yang melibatkan guru dan staf sekolah.
Salah satu siswa kelas 5, Alfaro, mengaku senang dengan menu yang disajikan.
“Menunya enak, ayamnya berasa, sayurnya juga enak. Saya jadi lebih hemat uang jajan,” katanya.
Program MBG Polda Kaltim mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjaga pola makan sehat dan mengurangi kebiasaan jajan sembarangan. Program ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa bukan hanya bergizi, tapi juga aman dan higienis. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tutup Kombes Teguh.
184
