Budiono Dorong Pengawasan Ketat di Lapas, Tekankan Pentingnya Pembinaan Warga Binaan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono menyoroti persoalan serius terkait masih ditemukannya praktik peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di sejumlah daerah di Indonesia. 

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan masih perlu diperkuat. Budiono menegaskan, bahwa Lapas seharusnya menjadi tempat bagi para narapidana untuk memperbaiki diri, bukan justru menjadi lokasi berkembangnya jaringan peredaran narkoba.

“Kalau di dalam penjara saja narkoba masih beredar, berarti ada yang tidak beres. Ini masalah serius yang tidak boleh dianggap biasa,” ucap Budiono kepada awak media, Rabu (29/10/2025).

Ia menilai fungsi utama Lapas bukan sekadar memberikan hukuman, tetapi juga membina narapidana agar bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang lebih baik. Namun, jika peredaran narkoba masih bisa terjadi di dalam penjara, maka tujuan pembinaan jelas tidak tercapai.

“Ibarat orang yang sedang bertaubat, jangan sampai justru kembali dihadapkan pada hal yang sama,” jelasnya.

Budiono menegaskan, meskipun pengelolaan Lapas merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan HAM, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Apalagi, sebagian besar warga binaan di Lapas Balikpapan merupakan warga kota sendiri.

“Lapas memang instansi vertikal, tetapi warga binaannya adalah warga Balikpapan. Jadi kami tetap punya kepentingan untuk memastikan mereka mendapat pembinaan yang baik,” imbuhnya.

Untuk itu, Budiono mendorong adanya sinergi antara Lapas, aparat penegak hukum, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan dan menutup celah masuknya narkoba ke dalam penjara. Ia menilai, pengawasan terpadu dan sistematis menjadi langkah kunci untuk menghentikan peredaran barang haram tersebut.

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya pendekatan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya berupa hukuman, tetapi juga melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembinaan keagamaan. Menurutnya, upaya ini akan membantu para narapidana benar-benar siap ketika kembali ke masyarakat.

“Pembinaan yang baik bisa membuat mereka punya masa depan baru. Kalau sistem di dalam Lapas tertata dan pengawasan diperketat, peluang untuk kembali ke dunia hitam bisa ditekan,” tutupnya.

Politisi PDI Perjuangan ini memastikan bahwa DPRD Balikpapan akan terus mengawal isu ini dan mendorong peningkatan sistem pemasyarakatan, terutama dalam aspek pengawasan dan pembinaan.

“Kami ingin memastikan proses pemasyarakatan benar-benar menjadi jalan bagi perbaikan, bukan tempat peredaran narkoba baru. Pengawasan ketat dan pembinaan yang tepat adalah kunci utama,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

187

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.