Dari Masalah Lapangan Pekerjaan Hingga Alat Pertanian, Aspirasi Warga PPU saat Reses Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin

Samarinda, Metrokaltim.com – Masalah lapangan pekerjaan, infrastruktur dan pertanian menjadi aspirasi warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Baharuddin Muin, belum lama ini.

Ya, PPU dan Paser merupakan dapil anggota dewan dari partai Gerinda ini. Menurut Baharuddin dari beberapa tempat yang didatangi untuk reses sebagian besar warga mengeluhkan terkait sulitnya lapangan pekerjaan, terutama selama pandemi covid-19 saat ini.

“Beberapa aspirasi warga di PPU mengeluhkan terkait sulitnya mencari pekerjaan, khususnya para pemuda di PPU yang jumlah cukup besar, dan ini merupakan salah satu aset daerah yang sangat penting perannya dalam memajukan daerah,” ujar Baharuddin mengungkapkan aspirasi warga PPU.

Warga berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik untuk para pemuda PPU yang kesulitan mendapat lapangan pekerjaan ini.

Selain lapangan pekerjaan, aspirasi warga lainnya yakni membutuhkan bantuan perbaikan infrastruktur jalan, penampungan air bersih berupa tandon karena jika air mati masih memiliki penyimpanan air bersih, hingga bantuan sembako.

“Di RT 06 dan 08 Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, PPU itu mengusulkn pembuatan parit induk sepanjang 270 meter di RT.06 dan 300 meter di RT. 08. Ada juga warga memohon pembangunan jalan tembus sepanjang 21 Km agar memudahkan aktivitas sehari-sehari. Termasuk lampu penerangan jalan yang sangat kurang,” paparnya.

Tak hanya itu, masalah pertanian juga diusulkan warga, seperti meminta bantuan alat pertanian, hingga pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan volumenya.

Seperti di warga RT. 008, Kelurahan Sungai Parit, RT 17 Kelurahan Petung, dan RT 05 Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, PPU yang meminta bantuan peralatan pertanian.

Baharuddin pun meminta warga membuat proposal permohonan melalui partai sesuai dengan kelompok masing-masing nelayan atau tani.

“Kelompok tani sawit di RT 05 Kelurahan Nipah-Nipah, Penajam juga mengeluhkan pupuk subsidi tidak sesuai dengan volume dari yang dibutuhkan petani sawit yang memilihi lahan seluas 2 hektare,” pungkasnya.

Baharuddin mengatakan semua aspirasi dari masyarakat ditampung dan akan dicarikan solusi terbaiknya.

(adv/mk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *