Diekspor ke Luar Negeri, Perlu Pabrik Tanaman Porang di Paser

Tana Paser, Metrokaltim.com – Petani porang di Kabupaten Paser, terlihat sangat antusias mengikuti seminar sehari potensi tanaman porang di Kyrad Sadurengas Hotel, Selasa (6/4).

75 peserta diberikan pemahaman langsung mengenai tanaman porang, baik saat masih bibit hingga siap jual dan pangsa pasarnya. Petani porang tak perlu khawatir, karena diekspor di beberapa negara, diantaranya Jepang, Cina, Italia dan Australia.

Seminar sehari itu digagas oleh petani muda yang tergabung dalam Atap Daun Edukasi. Dan narasumber dari Pakar Glukomanan Dosen FTP UGM, Dr Sri Rahayoe, Ketua Umum DPP Pegiat Petani Porang (P3N), Ngakib Al Ghazali, Direktur PT Porang Tidar Nusantara, Bayu, Penggiat Agrobisnis Kabupaten Paser, H Tony Budihartono, serta Penyelia Kredit UMKM dan Korporasi Bankaltimtara Cabang Paser, M Rama Mulyana.

Mewakili Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan dr. I Dewa Made Sudarsana mengungkapkan, Kabupaten Paser memiliki potensi lahan tanah yang cukup luas dan potensi pertanian, perlu terus dikelola serta dikembangkan dengan baik.

Dikatakannya, tanaman porang yang selama ini tumbuh liar ternyata memiliki daya tarik dan potensi bernilai tinggi untuk diekspor ke beberapa negara sebagai bahan baku untuk kesehatan, kosmetik maupun bahan baku lainnya. Diinginkan, nantinya Kabupaten Paser mampu mendirikan pabrik porang sendiri.

“Kami menginginkan Paser sebagai daerah penopang Ibu Kota Negara Baru, ada hal-hal strategis di sektor pertanian yang perlu dikembangkan untuk menuju paser maju, adil dan sejahtera. Salah satunya adalah tanaman porang ini,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada pengurus Atap Daun Edukasi yang menginisiasi dan mengedukasi masyarakat dengan mengadakan seminar tentang Pengembangan Potensi Budidaya Porang di Kabupaten Paser.

“Semoga dengan seminar ini ada langkah dan strategis untuk mengembangkan porang ini. Kami meminta kepada dinas terkait nantinya dapat membuat program strategis juga untuk tanaman-tanaman yang memiliki banyak nilai manfaat tinggi, yang memiliki nilai ekspor tinggi, bukan hanya pada saat tanam tapi juga saat pasca tanam serta distribusi dan penjualannya, ” pinta dia.

Ia berharap kedepan Kabupaten Paser mampu mendirikan pabrik sendiri untuk melakukan pengelolaan porang. Sehingga dampak perkembangan porang ini nanti tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang saja. Namun juga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara luas.

“Kami menginginkan Paser sebagai daerah penopang Ibu Kota Negara Baru, memiliki hal-hal strategis di sektor pertanian yang perlu kita kembangkan untuk menuju paser Maju, Adil dan Sejahtera,” terang Made.

Sementara itu, H Tony Budihartono menegaskan, kegiatan positif dalam membantu peningkatan ekonomi petani Porang, tak setop sampai seminar saja. Termasuk nantinya membuat pabrik.

“Harus mendukung langkah agro bisnis ini. Tak hanya berhenti sampai di sini (sebatas seminar),” imbuh Tony.

Sedangkan, Koordinator Atap Daun Edukasi Ade Muriyono mengatakan kegiatan itu terlaksana, karena semangat petani untuk membudidayakan tanaman porang. Ditargetkannya, kedepan ada pabrik cip dari hasil panen porang masyarakat Kabupaten Paser.

“Target kami membuat pabrik cip kering, karena harganya lebih mahal, bisa mencapai Rp 60 ribu. Semoga apa yang disampaikan dalam seminar dapat diterapkan, dan selalu optimis budidaya Porang,” tandas Ade.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Atap Daun Edukasi dengan Pihak PT PTN sebagai perusahaan pengelolaan porang.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *