Dispenda Selalu Upayakan Pencapaian Target, Butuh Dukungan Sarana dan Fasilitas untuk Optimalisasi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kantor Badan Pengelola Pajak dan Ristribusi Daerah Kota Balikpapan (BPPRD) mendapat kunjungan dari Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Selasa (12/1).

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan H Haris mengatakan, kegiatan ini untuk berkunjung ke kantor-kantor dinas. Karena triwulan pertama ini ia di target PAD, tetapi karena pandemi covid-19 sehingga pihaknya ingin melihat sistem kinerjanya.

Namun ia menerangkan, bahwa target-target itu akan selalu diupayakan, walaupun ada batas-batas jam sesuai instruksi wali kota dengan adanya penutupan kegiatan.

“Semoga ini belum kelihatan dampaknya, tapi mereka harus tetap bekerja keras,” ujar H Haris di depan kantor BPPRD Selasa (12/1) siang.

Ia juga menyampaikan, kalau ada rapat sekali-sekali komisi II yang akan datang ke kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Bahkan untuk mengejar target, ia minta untuk bersama-sama optimis. Dirinya berharap covid-19 ini bisa cepat berlalu, sehingga target ini bisa menjamin. Apalagi bakalan ada peraturan baru mulai tanggal 11-25 semua harus tutup pukul 19.00 Wita, tentu ini akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.

“Kami selalu berdoa agar covid segera hilang, agar perputaran ekonomi di Balikpapan tetap berjalan,” harapnya.

Komisi II DPRD Kota Balikpapan saat lakukan kunjungan lapangan ke Kantor Badan Pengelola Pajak dan Ristribusi Daerah (BPPRD) Kota Balikpapan.

Plt BPPRD kota Balikpapan Heamusri Umar menambahkan, kunjungan komisi II ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah ini sebagai mitra untuk monitoring dan evaluasi terhadap surat edaran walikota terhadap sistem pelayanan di masa pandemi covid-19.

“Hal ini untuk melihat, apakah sudah menyesuaikan dengan standar operasional prosedur terhadap penerapan pelayanan sesuai dengan surat edaran,” imbuh Heamusri.

Selain itu, ia juga melihat tentang standar layanan yang diberikan oleh operasional layanan Badan Pengelola Pajak dan sudah dilihat di beberapa tempat ada penumpukan berkas.

Memang dalam pertemuan, kantor ini keterbatasan sarana dan prasarana, khusus untuk layanan parkir, gudang dan arsiparis. Inilah yang menjadi kendala selama ini.

“Sehingga itulah pembicaraan saya dengan pak Haris, bagaimana optimalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sedangkan sarana dan fasilitas yang ada bisa mendukung untuk program optimalisasi pajak daerah,” inginnya.

Sementara untuk perbulan, rata-rata Rp 30 Milliar dan itu saat keadaan normal. Mudah-mudahan tren penerimaan ini cukup signifikan dan target di tahun 2021 ini bisa tercapai. Dan semoga para pelaku usaha sadar dan taat untuk membayar pajak tepat waktu.

“Kami sangat optimis mudah-mudahan covid segera berlalu, sehingga gelombang ekonomi untuk meningkatkan omset para wajib pajak bisa memberikan pengaruh pendapatan terhadap penerimaan pajak daerah,” pungkasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *