DPP Kukuhkan DPC P3N Paser, Ngakib Sebut Tanaman Porang Dieskpor Hingga Eropa

Tana Paser, Metrokaltim.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani Penggiat Porang Nusantara (P3N), Ngakib Al Ghazali, mengukuhkan Dewan Pimpinan Cabang DPC P3N Kabupaten Paser, Kalimatan Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Trans Lolo, Desa Keluang Paser Jaya, Kecamatan Kuaro, Kamis (11/3).

Diinformasikan, saat ini P3N telah tersebar pada 33 provinsi di Indonesia. Dan pengukuhan DPC P3N Paser menjadi yang kedua dikukuhkan. “Secara nasional yang kedua. Pertama itu di Kabupaten Pamekasan, Madura,” kata Ngakib, didamping Ketua Dewan Pimpinan Wilayah P3N Kaltim, Samsudin dan Ketua DPC P3N Paser, Andis Fauzi.

Diterangkannya, jika Porang pemasarannya hingga Mancanegara. Jadi tidak perlu khawatir akan penjualannya. Dirinya pun meminta pengurus DPC Paser dapat mensosialisasikan kepada masyarakat, karena memiliki nilai ekonomi yang sangat luar biasa.

Perwakilan pengurus DPP, DPW dan DPC P3N usai melaksanakan penanaman bibit tanaman Porang, Kamis (11/3).

“Kebutuhan Porang sangat besar. Ekspor terbesar itu ke Cina, Jepang, Italia, Australia,” sambungnya.

Informasi yang diketahui Ngakib, kebutuhan Glukomanan Porang mencapai 600 juta ton. Namun, yang terpenuhi baru 30 juta ton. Ini pun menjadi tantangan. Untuk di Kalimantan Timur sendiri, luasa lahan porang yang tersebar mencapai 124 hektare. Dan 24 hektare diantaranya berada di Kabupaten Paser.

“Ini tantangan. Bagaimana memanfaatkan potensi yang luar biasa ini. Harapan saya, Kalimantan Timur menjadi ikon,” pintanya.

Sementara itu, Samsudin meminta kepada pengurus DPC P3N Kabupaten Paser untuk dapat mensosialisasikan Porang secar menyeluruh. “Jangan ragu. Ini potensi yang sangat luar biasa. Nilai ekonomisnya sangat tinggi,” singkat dia.

Dengan telah dikukuhkannya dan diberikan pemaparan mengenai Porang yang sangat diminati di dunia, menjadi penyemangat baginya maupun masyarakat luas. Selain menyemangati petani porang untuk giat menanam, dirinya juga bakal membentuk porang pada tiap kecamatan.

“Ini adalah momentum penting dan berharga, kami sangat termotivasi. Kedepan bagaimana membentuk ditiap kecamatan, ada P3N, contohnya di desa ini (Keluang Paser Jaya) sudah dibentuk kelompok tani, dan menjadi pilot project (proyek percontohan, Red),” pungkas Fauzi.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *