Dukung Ekonomi Pesisir, Wali Kota Tinjau Jembatan Penghubung Menuju Kawasan Wisata
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun wilayah pesisir menjadi kawasan ekonomi baru. Salah satunya lewat proyek pembangunan jembatan beton di Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat, yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud, Senin (15/9/2025).
Jembatan sepanjang 100 meter itu akan menghubungkan Kampung Atas Air dengan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Telagamas di Jalan 21 Januari, Pelabuhan Klotok. Selain mempercepat mobilitas warga, infrastruktur ini juga disiapkan untuk mendorong pengembangan wisata bahari dan kuliner di kawasan pesisir.
“Wilayah ini punya potensi besar, bisa kami kembangkan sebagai destinasi wisata baru. Bukan hanya akses jalan, tapi juga pusat kegiatan ekonomi, UMKM, dan tempat edukasi tentang laut bagi anak-anak,” ucap Wali Kota Balikpapan.
Pembangunan jembatan tersebut masuk dalam program prioritas Pemkot Balikpapan, dengan anggaran sebesar Rp21 miliar dan waktu pengerjaan selama 240 hari. PT Azka Jaya Kontruksi dipercaya sebagai pelaksana proyek yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Rahmad mengatakan, keberadaan jembatan ini akan menggantikan jalur air dan jembatan kayu tradisional yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga. Infrastruktur baru diharapkan lebih aman, kuat, dan mampu menampung aktivitas masyarakat yang terus berkembang.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar turut menjaga fasilitas publik yang sedang dibangun.
“Saya masih temukan kendaraan parkir di atas jembatan yang sedang dibangun. Ini sangat mengganggu pekerjaan. Mari kita jaga bersama, ini dibangun untuk masyarakat,” tegasnya.
Pemkot menargetkan kawasan pesisir Kampung Baru Tengah tidak hanya menjadi jalur penghubung, tapi juga destinasi wisata unggulan yang dapat mendongkrak ekonomi lokal. Dengan lokasi strategis di tepi laut dan dekat TPI, kampung ini dinilai punya daya tarik tersendiri.
Wisata kuliner berbasis hasil laut segar, susur laut, memancing, hingga wisata edukasi lingkungan menjadi beberapa potensi yang disebutkan wali kota saat kunjungan.
“Kalau kawasan pesisir ini tertata dengan baik dan hidup dengan aktivitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat pasti ikut meningkat,” ujarnya.
Rahmad menegaskan bahwa pembangunan kawasan pesisir tidak bisa berjalan hanya dengan peran pemerintah. Diperlukan kolaborasi aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan, memanfaatkan fasilitas secara bijak, dan mengembangkan potensi lokal yang ada.
“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Dukungan warga sangat penting, terutama dalam merawat fasilitas dan menjaga lingkungan,” tutupnya.
Dengan adanya jembatan ini, Pemkot berharap kawasan pesisir Balikpapan Barat bisa tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis wisata dan kelautan, sekaligus memperkuat identitas kota sebagai wilayah pesisir.
Penulis: Ar
Editor : Alfa
516
