Gelar Miniloka, LPM Kariangau Berikan Penghargaan ke 10 Perusahaan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kariangau menggelar kegiatan miniloka dengan mengundang sejumlah perwakilan perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat, di aula Kelurahan Kariangau, pada Kamis (27/1/2022) pagi.

Kegiatan miniloka yang bertema ‘membangun bersama dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi’ ini bertujuan untuk menyampaikan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang telah digelar kelurahan beberapa waktu. Sehingga usulan dari warga dapat disinkronkan oleh pihak perusahaan yang hendak menyalurkan kegiatan CSR-nya.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Camat Balikpapan M Arief Fadilah, Lurah Kariangau M Iskandar, Ketua LPM Kariangau Bejo Pawiro Utomo, Babinsa Kariangau serta perwakilan dari pihak perusahaan yang berlokasi di Kariangau.

Selain menyampaikan rencana pembangunan, dalam kegiatan ini juga ada 10 perusahaan yang mendapatkan sertifikat penghargaan dari LPM atas kontribusi CSR-nya ke masyarakat. 10 perusahaan tersebut yakni PT Petrosea PSF, KRN, Interport Mandiri Utama, PJB UBJOM Kaltim Teluk, Dermaga Perkasa Pratama, BUMA, Wilmar Nabati, PAMA, BES, dan SSK.

Penyerahan sertifikat penghargaan ke perusahaan yang berada di Kariangau.

Camat Balikpapan Barat M Arief Fadilah mengatakan miniloka yang digelar LPM Kariangau ini menghadirkan perusahaan yang ada di wilayah Kariangau, dalam rangka menyampaikan informasi hasil musrenbang yang bisa menjadi referensi perusahaan dalam melaksanakan program CSR, berdasarkan dari kebutuhan masyarakat.

“Kami dari kecamatan sangat menyambut baik dan terima kasih, kami mendukung kegiatan ini, ini bisa menjadi contoh kelurahan lainnya, di mana dalam perencanaan pembangunannya melibatkan pelaku usaha yang ada di wilayah usaha,” terangnya.

Penyerahan sertifikat penghargaan oleh Camat Balikpapan Barat kepada perwakilan PT Petrosea PSF.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini terjadi kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha terjalin dengan baik. “Sehingga pembangunan ini dilaksanakan bersama-sana dan terintegrasi satu sama lain,” kata Arief sapaan akrabnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Ketua LPM Kariangau, Bejo mengatakan pihak LPM melakukan hal yang terbaik untuk warga.

“Kariangau banyak perusahaan dapat berdampak positif kepada kita, sehingga kita menekankan kepada perusahaan, khususnya kita ini sedang giat-giatnya merencanakan mobil jenazah sehingga kita berharap perusahaan itu mau membantu secara gotong royong mengadakan mobil jenazah untuk warga di Kariangau,” timpal Bejo.

Foto bersama usai kegiatan miniloka.

Selain itu, permasalahan tenaga kerja juga turut menjadi pembahasan dalam kegiatan miniloka ini. Bejo menambahkan, Balikpapan yang menjadi kota penyangga setelah Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru tentunya akan berdampak terhadap perusahaan yang ada di Balikpapan khususnya di Kariangau.

“Tentunya kami berharap rekrutmen tenaga kerja itu mayoritas harus menggunakan tenaga lokal, tapi kita juga harus mengutamakan hal-hal yang dibutuhkan oleh perusahaan yaitu skil dan kesehatan. Tentunya ketika kita punya skil tapi tidak sehat pasti perusahaan tidak mau menerima hal-hal itu yang kita ingin serap dari perusahaan,” terangnya.

Sejauh ini sambungnya, sebagian besar perusahaan ketika akan melakukan rekrutmen selalu menginformasikan kepada pihak LPM dan kelurahan, yang kemudian disampaikan ke warga.

“Selama ini ketika pihak perusahaan mau menyerap tenaga kerja lokal dan menghubungi kami, kami selalu sampaikan ke warga, kecuali kita tidak memiliki tenaga kerja yang dibutuhkan baru mereka mengambil dari luar. Tentunya harapkan kami semua itu tenaga profesional, kita tahu anak baru lulus pasti belum punya skil, kami tekankan ke perusahaan untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak muda kita sehingga memiliki skil,” tandas Bejo.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.