Gelar MPLS Ditengah PPKM Darurat, SMK Airlangga Dapat Sanksi Tegas dari Satgas Covid Kecamatan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kota Balikpapan, Tim Satgas Covid-19 Kecamatan dan Kelurahan di wilayah Balikpapan Tengah (Balteng) terus melakukan monitoring di lapangan. Seperti yang dilakukan Tim Satgas Covid Kecamatan Balteng dan Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) ke SMK Airlangga Balikpapan terkait laporan masyarakat adanya kerumunan.

Ketua Tim Satgas Covid Kecamatan Balteng Edy Gunawan menjelaskan, monitoring dilakukan karena laporan masyarakat adanya kerumunan, dimana pihak sekolah melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk angkatan yang baru masuk sekolah.

“Kami sayangkan, dengan kondisi PPKM Darurat di Balikpapan, masih ada pihak sekolah yang melakukan kegiatan,” ucap Edy Gunawan usai monitoring di lapangan, Selasa (13/7) siang.

Edy memaparkan, dalam kegiatan tersebut pihak sekolah telah mengumpulkan masa kurang lebih ada 150 siswa yang dibagi menjadi dua sesi tanpa ada izin dan rekomendasi dari pihak terkait. Bahkan mereka melaksanakan tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Camat Balikpapan Tengah Edy Gunawan saat membubarkan kegiatan MPLS di SMK Airlangga yang digelar di tengah PPKM Darurat.

Melihat hal tersebut, tim satgas covid kecamatan, kelurahan dan satpol pp langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi untuk datang ke satpol pp. Dan pihaknya juga akan beri tembusan ke Dinas Pendidikan, agar kejadian ini tidak akan terulang kembalikan.

“Jadi kalau mereka tidak tahu itu tidak mungkin, tetapi kalau tidak mau tahu itu mungkin. Karena lewat informasi digital pun sudah jelas,” tegasnya.

Kegiatan itu berencana akan berlangsung selama dua hari (13-14), namun hari pertama pihaknya membubarkan dan meminta sekolah agar tidak ada lagi kegiatan seperti ini sampai ada pemberlakuan kembali. Pemerintah membuat kebijakan ini untuk ditaati, karena jika tidak menaati dan tidak ikut serta memberantas ini, tentu tidak bisa bekerja secara maksimal untuk mengurangi dampak virus ini.

“Jadi keterlibatan Pemerintah kota, TNI-Polri maupun masyarakat, harus saling bahu membahu mengikuti aturan dan surat edaran lain-lain sebagainya,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *