Harga Kedelai Selangit, Pengusaha Tahu Rumahkan Pekerjanya

Balikpapan, Metrokaltim.com – Harga bahan baku tahu dan tempe yang mengalami kenaikan cukup tinggi membuat pengusaha tahu harus berpikir keras agar usahanya tetap berjalan.

Seperti usaha tahu yang dimiliki oleh Agus di kawasan Jalan LKMD, Batu Ampar, Balikpapan Utara. Selain mengurangi produksi tahu dan tempe, dirinya juga mengurangi ukuran tahu, bahkan hingga merumahkan tiga karyawanya.

Zaenal seorang pekerja tahu mengatakan, kenaikan harga kedelai sudah terjadi beberapa kali dalam satu bulan terakhir, untuk bisa terus melakukan produksi tahu dan tempe harus mengurangi ukuran dan jumlah produksinya.

” Biasa satu hari produksi bisa mencapai 200 kilogram kedelai yang di giling untuk di jadikan tahu, sejak kenaikan harga kedelai, kini hanya sekitar 100 kilo saja setiap hari,” ungkapnya kepada Meteokaltim.com pada kamis (17/02/2022).

Selain mengurangi jumlah produksi, juga mengurangi jumlah pekerja, yang dulunya 6 orang kini hanya 3 orang saja, tambah Zaenal.

Pembuatan tahu yang berada di Kawasan jalan LKMD ini menggunakan bahan baku kedelai impor lantaran hasilnya yang lebih banyak dan baik.

” Dulu harga kedelai Rp 7.000 perkilonya kini sudah mencapai Rp 13.000 perkilogramnya, namun kenaikan ini belum di ketahui secara apa penyebabnya,” pungkas Zaenal.

(Ries/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.