Keluarga Diminta Perketat Pengawasan Anak di Era Digital untuk Tekan Kasus Bullying

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian serius DPRD Kota Balikpapan. Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid menegaskan, bahwa penguatan peran keluarga menjadi kunci utama dalam menekan potensi kekerasan yang melibatkan anak dan remaja.

Hamid menjelaskan, perubahan pola interaksi sosial akibat pesatnya perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah terpapar berbagai bentuk perilaku negatif.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, kontrol keluarga dinilainya menjadi benteng terdepan untuk memastikan anak tidak terseret pada tindakan agresif atau kekerasan,” ucap Hamid sapaan akrabnya kepada awak media, Sabtu (15/11/2025).

Menurutnya, melemahnya fungsi pengawasan orang tua dapat membuat anak mencontoh perilaku buruk yang mereka temui baik di lingkungan maupun dari konten digital. Ia menyinggung salah satu kasus di Jakarta, ketika seorang siswa SMA diduga merakit alat peledak akibat tekanan sosial.

“Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi keluarga agar lebih peka terhadap perubahan sikap dan kondisi psikologis anak,” lanjutnya.

Hamid menekankan pentingnya penanaman nilai moral, pendidikan karakter, serta pemahaman agama sejak usia dini. Nilai kedisiplinan, sopan santun, dan kemampuan mengontrol emosi disebutnya sebagai bekal penting, agar anak tidak mudah terprovokasi maupun ikut-ikutan melakukan tindakan bullying.

“Selain peran keluarga, dampak kuat teknologi digital juga menjadi sorotan,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa akses anak terhadap konten kekerasan di media sosial dapat membentuk persepsi keliru bahwa agresi adalah hal wajar. Karena itu, orang tua diminta aktif memantau tontonan, aktivitas daring, dan pergaulan anak sehari-hari.

“Pengaruh lingkungan dan teknologi sangat besar. Anak bisa menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang normal jika tidak diawasi,” terangnya.

Di sisi lain, ia mendorong sekolah memperkuat edukasi anti-bullying melalui pembinaan karakter. Guru dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan etika dan budi pekerti, terutama di era digital yang semakin mendorong budaya meniru.

“Pemahaman tentang bullying harus terus diberikan agar anak mampu memilah pengaruh negatif dan terhindar dari perilaku kekerasan,” tutupnya. (adv)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

244

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.