Kerap Dihina Istri Siri “Tua Bangka”, Aco Bikin Pertumpahan Darah di Hari Pernikahan Umi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kerap dihina oleh Umi Yatiningsih (25) membuat Kamarudin alias Aco gelap mata. Ia nekat menghabisi istri sirinya itu. Beruntung nyawa Umi berhasil diselamatkan oleh suami sahnya, Arpan. Meski begitu, pertumpahan darah tetap tak terelakkan.

Aksi kejahatan Aco ini terjadi tepat di hari bahagia Umi dan Arpan pada 22 November 2020. Saat itu, Umi dan Arpan melangsungkan pesta pernikahan di kawasan Jalan Wolter Munginsidi, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.

Memasuki sore hari, Aco datang ke pesta tersebut dengan membawa sebilah parang sepanjang 50 sentimeter. Saat itu, Aco habis menegak minuman keras. Sambil menenteng parang, Aco kemudian mendatangi Umi yang berdiri di atas pelaminan.

Saat berhadapan, Aco mengayunkan parang ke tubuh Umi. Namun, Arpan yang berdiri di samping Umi tidak tinggal diam. Arpan segera membentengi Umi dari serangan membabi buta Aco. Umi pun berhasil selamat. Tapi lacur bagi Arpan. Tangan dan kepalanya terluka akibat terkena timpasan parang Aco.

Suasana makin gaduh tatkala Nasri, yang menjadi wali nikah Arpan dan Umi, datang memberi bantuan. Saat akan menolong Arpan dan Umi, Nasri juga disabet parang oleh Aco. Akibat kejadian ini membuat pipi Nasri terluka.

Usai melukai dua orang pria, Aco mengambil langkah seribu. Sedangkan Arpan dan Nasri dilarikan warga ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo untuk mendapat perawatan medis. Warga turut melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Barat.

Mendapat laporan tersebut, Polsek Balikpapan Barat bergerak cepat menggelar penyelidikan. Dari hasil lidik polisi, jejak Aco terendus. Selama pelariannya, Aco kerap berpindah-pindah tempat. Mulai sembunyi di Balikpapan Selatan, Samarinda, hingga ke Kabupaten Berau.

Saat Aco berada di Berau, Polsek Balikpapan Barat berkolaborasi dengan Polres Berau untuk melakukan penangkapan. Pada Senin, 28 Desember lalu, polisi akhirnya menangkap Aco di Berau. Dia kemudian dibawa ke Markas Polsek Balikpapan untuk diproses hukum.

“Saat ini tersangka (Aco) sudah kami amankan di Markas Polsek Balikpapan Barat untuk diperiksa lebih lanjut. Terungkapnya kasus ini berkat kerja sama Polres Berau dan Polsek Balikpapan Barat,” kata Kepala Polsek Balikpapan Barat, Komisaris Polisi Imam Tauhid kepada awak media, Kamis (31/12).

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, beber Imam, Aco rupanya seorang residivis. Ia baru bebas dari penjara di Kabupaten Penajam Paser Utara pada September lalu. Kini ia kembali meringkuk di sel tahanan Markas Polsek Balikpapan Barat akibat tindak pidana penganiayaan.

“Untuk kondisi korban (Arpan dan Nasri) saat ini sudah membaik dan sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkas Imam.

Ditemui di Markas Polsek Balikpapan Barat, Aco mengaku aksi penganiayaan ini dipicu karena sakit hati. Dahulu, kata Aco, dirinya kerap diejek Umi dengan kalimat “tua bangka”. Ejekkan tersebut dipendam Aco. Puncaknya saat Umi melangsungkan pernikahan dengan Arpan. Aco mendatangi pesta tersebut untuk melampiaskan dendamnya itu.

Aco pun membantah jika dirinya disebut tidak terima bila Umi menikah lagi. “Masalahnya bukan enggak mau pisah. Kata-katanya dia (Umi) saja sama saya yang jelek, bukan karena nikahnya,” ungkap Aco. (sur/ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *