KKT Perkuat Modernisasi Pelabuhan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Logistik Penyangga IKN
FOTO Aktivitas logistik di KKT terus bergerak dinamis seiring perkembangan kawasan industri dan pembangunan IKN. Modernisasi alat menjadi salah satu strategi meningkatkan produktivitas terminal./ doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Aktivitas logistik di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya kawasan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut mendorong PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) melakukan sejumlah pembenahan operasional dan modernisasi fasilitas guna menjaga kelancaran distribusi barang di wilayah penyangga IKN.
Upaya itu disampaikan dalam kunjungan manajemen Kaltim Post Group ke PT KKT, Selasa (19/5). Rombongan dipimpin Direktur Kaltim Post Group Erwin Dede Nugroho dan diterima Direktur Operasi dan Teknik KKT Sulaeman Hattase bersama jajaran manajemen perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan arus logistik di Kalimantan Timur, termasuk tantangan infrastruktur pendukung menuju kawasan pelabuhan. KKT dinilai masih menjadi salah satu simpul distribusi penting yang berperan menopang aktivitas bongkar muat di daerah tersebut.
Direktur Operasi dan Teknik KKT Sulaeman Hattase mengatakan perusahaan terus melakukan penyesuaian sistem operasional agar pelayanan logistik tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya aktivitas pelabuhan.
“Kami terus memperkuat operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan agar distribusi barang tetap lancar serta efisien,” ujarnya.
Selain aspek pelayanan, kondisi akses jalan menuju terminal juga menjadi perhatian. Menurutnya, infrastruktur jalan di dalam kawasan terminal sudah mendukung mobilitas kendaraan logistik. Namun, sejumlah ruas jalan di luar kawasan pelabuhan masih membutuhkan perbaikan.
Ia menilai kondisi jalan memiliki pengaruh langsung terhadap kelancaran distribusi barang dan keselamatan transportasi logistik.
“Kami berharap ada dukungan dan solusi bersama terkait perbaikan akses jalan agar distribusi barang tidak terganggu,” katanya.
Di sisi lain, perusahaan juga mulai memperkuat kapasitas layanan melalui modernisasi alat bongkar muat. Salah satu investasi terbaru yang dilakukan yakni pengadaan side loader untuk menunjang penanganan petikemas kosong atau container empty.
KKT mencatat pergerakan petikemas kosong saat ini menjadi aktivitas dominan di area terminal. Tingginya mobilitas antarblok di area container yard menuntut proses pemindahan yang cepat dan presisi agar kapasitas penumpukan tetap optimal.
Side loader merupakan alat yang mampu melakukan proses pengangkatan dan pemindahan petikemas dari sisi samping kendaraan. Peralatan tersebut memiliki fungsi lifting untuk proses naik-turun petikemas serta fungsi shifting guna memindahkan petikemas di area terminal.
Menurut Sulaeman, penggunaan alat tersebut dinilai efektif untuk mendukung operasional di kawasan dengan tingkat kepadatan tinggi, khususnya dalam distribusi petikemas jarak pendek.
“Pengelolaan petikemas kosong harus dilakukan secara efisien karena berdampak langsung terhadap produktivitas terminal dan kelancaran arus logistik,” jelasnya.
Melalui modernisasi alat tersebut, KKT berharap pelayanan distribusi barang menjadi lebih cepat, tepat, dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna jasa di tengah pertumbuhan aktivitas logistik di Kalimantan Timur.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing terminal melalui penguatan fasilitas dan efisiensi pelayanan operasional.
37
