Lautan Gerak dan Warna Ramaikan Indonesia Menari 2025 di Balikpapan
Puluhan Penari Balikpapan Tampil Memukau dalam Indonesia Menari 2025. Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Mall Pentacity Balikpapan Superblock Minggu (12/10) dipenuhi oleh para penari dari berbagai komunitas dan sekolah menampilkan koreografi Nusantara dalam ajang Indonesia Menari 2025. Event yang digelar serentak di 11 kota besar di seluruh Indonesia ini merupakan bagian dari kegiatan tahunan yang digagas oleh Galeri Indonesia Kaya.
Sebanyak 540 penari penuhi hall Mall Pentacity yang berada di Balikpapan Super Block (BSB).Tahun ini menjadi momen istimewa karena Balikpapan untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah, bersama kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Palembang, Surabaya, Bekasi, Manado, dan Karawang.
Maria Darmaningsih, juri utama dalam ajang ini, menjelaskan aspek penilaian dalam lomba menari ini sangat ketat. “Penilaian kami mencakup ketepatan gerak, konfigurasi formasi, semangat penari, serta kelengkapan koreografi. Para peserta wajib menarikan tarian wajib yang sudah disediakan tutorialnya oleh Indonesia Kaya. Selain itu, mereka juga diberi ruang kreatifitas untuk menampilkan koreografi bebas selama 6 hingga 8 menit,” jelas Maria.
Lebih lanjut Maria menuturkan, keunggulan para juara terlihat dari konsistensi dan ketepatan mereka mengikuti semua aspek penilaian. “Kami memiliki berbagai juri yang menilai mulai dari lantai atas sampai bawah, serta juri lapangan yang semuanya menyatakan penilaian mereka clear. Persaingan sangat sengit, tapi semua juara benar-benar memenuhi kriteria.”
Maria juga memberikan tips bagi peserta lain yang ingin meningkatkan penampilannya. “Para peserta perlu menonton video tutorial berdurasi 30 menit yang sudah disediakan, karena di situ semua detail gerakan sudah dijelaskan secara rinci oleh koreografer. Latihan yang intens dan kebersamaan dalam berlatih menjadi kunci sukses mereka.”
Harapan Maria untuk event ini ke depan adalah agar Indonesia Menari terus berlanjut. “Indonesia kaya akan budaya, terutama tari-tarian dari berbagai daerah dengan keunikan masing-masing. Event ini sangat penting untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, juru bicara komunitas penari Borneo Etnika Star mengaku sangat senang dengan pencapaian mereka. “Awalnya kami tidak berharap lebih, karena tahu sekitar 100 grup yang ikut. Kami sudah bersyukur jika bisa masuk juara tiga. Jadi ketika diumumkan sebagai juara pertama, kami benar-benar tidak menyangka dan sangat bahagia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, latihan intens dilakukan selama kurang lebih dua minggu. “Sejak diumumkan, kami mulai latihan. Meski baru sekitar dua minggu, latihan dilakukan setiap hari dengan serius untuk memberikan yang terbaik,” katanya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
307
