Kejahatan Jalanan di Kaltim Mengkhawatirkan, Kapolda Ungkap Faktor Ekonomi hingga Kelengahan Warga
FOTO: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memeriksa barang bukti sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berhasil diungkap jajaran Polda Kaltim/ doc/ Ries.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kasus kejahatan jalanan di Kalimantan Timur masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Berbagai faktor dinilai menjadi pemicu meningkatnya tindak kriminal di ruang publik, mulai dari tekanan ekonomi, aksi para residivis, hingga adanya kesempatan yang dimanfaatkan pelaku untuk melakukan kejahatan.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menjelaskan bahwa kejahatan jalanan kerap terjadi karena kombinasi antara niat pelaku dan lemahnya kewaspadaan masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit pelaku yang awalnya hanya memiliki niat, kemudian melihat peluang yang memudahkan aksi kejahatan.
“Kadang-kadang seseorang sudah memiliki niat. Ketika melihat sepeda motor terparkir dengan kunci masih menempel, kesempatan itu dimanfaatkan dan akhirnya terjadilah pencurian kendaraan bermotor,” ujar Endar, Rabu (2/6/2026) pagi.
Ia menambahkan, pelaku kejahatan yang sudah berpengalaman atau residivis memiliki kecenderungan untuk mengulangi perbuatannya. Dengan pengalaman yang dimiliki, mereka dinilai lebih memahami cara melakukan aksi kejahatan dengan cepat dan minim risiko.
Selain faktor tersebut, kondisi ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu penyebab munculnya tindak kriminal. Tekanan kebutuhan hidup yang meningkat, sementara kemampuan ekonomi terbatas, dapat mendorong sebagian orang mengambil jalan yang melanggar hukum.
“Faktor ekonomi juga menjadi salah satu penyebab. Ketika kebutuhan meningkat, sementara kondisi keuangan tidak mencukupi, ada yang akhirnya memilih melakukan tindak kejahatan,” katanya.
Untuk menekan angka kejahatan jalanan, Polda Kaltim telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan patroli dan pengawasan di berbagai wilayah. Tim tersebut tidak hanya beroperasi di jalan-jalan utama, tetapi juga menjangkau kawasan permukiman, gang-gang kecil, hingga lokasi yang dianggap rawan tindak kriminal.
Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa upaya kepolisian tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Ia mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian apabila melihat potensi tindak kejahatan atau orang yang mencurigakan. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencegah terjadinya tindak pidana sebelum terjadi,” tegasnya.
Polda Kaltim berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka kejahatan jalanan serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kalimantan Timur.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
42
