Kapolda Kaltim Warning Penyebar Konten Menyesatkan, Tim Siber Siap Bertindak
FOTOI: Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro saat memberikan keterangan Pers di Polresta Balikpapan (2/6/2026)/ doc/ Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menyoroti maraknya unggahan di media sosial yang menampilkan berbagai peristiwa tanpa menyajikan informasi secara utuh. Menurutnya, konten semacam itu berpotensi menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Kapolda Kaltim mengatakan pihaknya akan melihat motif di balik unggahan yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa setiap kasus akan diteliti untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian, kesengajaan, atau faktor lainnya.
“Kita akan melihat dari motivasi orang-orang ini. Apakah ada kelalaian atau kesengajaan dan lain-lain, tentunya nanti akan kita pertimbangkan. Namun pada kesempatan ini saya meminta kepada orang-orang yang memiliki niat seperti itu, tolong hilangkan niat untuk membuat konten-konten yang sengaja dan memberikan narasi yang tidak utuh,” ujar Endar, (2/6/2026).
Ia mengungkapkan, Polda Kaltim memiliki tim siber yang akan melakukan pemantauan terhadap akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi tidak lengkap dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
“Jangan sampai ada niat membuat konten yang sengaja meng-capture hal-hal yang spesifik, tetapi tidak menampilkan keseluruhan peristiwanya untuk kepentingan tertentu yang pada akhirnya menimbulkan persepsi yang tidak baik,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa informasi yang dikonsumsi masyarakat melalui media sosial sering kali tidak terkontrol dan belum tentu menggambarkan fakta secara menyeluruh. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan potongan video atau unggahan yang viral.
Menurut Endar, penyebaran informasi yang tidak lengkap dapat berdampak pada meningkatnya kecemasan masyarakat terhadap situasi keamanan dan ketertiban. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya serta mengedepankan sikap bijak dalam bermedia sosial guna mencegah munculnya disinformasi dan keresahan publik.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
47
