Lima Mahasiswi Asal Kaltim Mendarat di Bandara Sams Sepinggan Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sebanyak lima Warga Negara Indonesia yang menuntut ilmu di Kota Wuhan Cina, Minggu pagi kembali ke Kalimantan Timur melalui Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, menggunakan penerbangan Batik Air, dengan nomor penerbangan ID 7271. Kedatangan lima mahasiswi ini di sambut Walikota, Kapolresta Balikpapan serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi Kaltim pada (16/02).

Lima Mahasiswi warga Kaltim yang telah menjalani observasi selama 14 hari di pulau Natuna, Riau ini masing-masing, Marina Febriana Chariah, Fuad Ilmi, Rizma Jatinur, Ristia Delly Rahman, dan Paulina Sonali. Marina Febriana Chariah yang sudah di nanti oleh kedua orang tuanya langsung memeluk haru sesaat setelah memasuki ruang VIP bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

Marina Febriana Chariah mengatakan, selama berada di karantina pulau Natuna, mendapatkan perlakuan yang sangat baik, dalam satu hari di lakukan pemeriksaan selama dua kali, terutama pemeriksaan suhu tubuh.

“Senang sudah balik ke Balikpapan, selama di karantina kami di perlakukan dengan baik, seperti bukan di karantina saja,” jelansya.

Selama dalam masa karantina selama 14 hari, para mahasiswa Indonesia ini menjalani aktivitas seperti biasa, dan melakukan olah raga setiap harinya untuk mengisi hari-hari selama masa karantina di lakukan.

” Olah raga setiap hari, makan seperti biasa, semua berjalan dengan baik dan akhirnya sampai ke Balikpapan,” ungkapnya haru.

Sementara itu orang tua Marina, Rina Marlina mengungkapkan, awalnya mendengar wabah virus Corona di Wuhan dirinya sangat khawatir, lantaran anaknya yang sedang menuntut ilmu di wuhan, cina. Namun setelah melakukan kontak melalui ponsel, ketakukan yang di rasakan sedikit berkurang lantaran mendapatkan penjelasan dari sang anak langsung.

“Sangat khawatir mas, awal mendengar merebaknya virus Corona, hampir setiap waktu saya berusaha menghubungi Anka saya untuk mengetahui kondisi di sana (Wuhan, red), jelasnya.

Hari sangat senang, bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat, setelah di lakukan observasi selama 14 hari di Natuna dan sudah di nyatakan sehat semua, bahkan sudah mengantongi surat kesehatan dari Kemenkes RI.

” Soal melanjutkan atau tidak, saya ikut kemauan anak saya, jika masih ingin melanjutkan kuliah di sana saya mendukung sepenuhnya apa yang diinginkan oleh anak saya,” pungkas Marina.

(Idris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *