Mahasiswa Kepung Kantor Pemkot Balikpapan, Tuntut Atasi PBB Hingga Banjir
BALIKPAPAN , Metrokaltim.com – Gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Balikpapan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Balikpapan, Senin (25/8). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah kota, mulai dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga masalah banjir yang masih kerap melanda.
Dalam orasinya, massa aksi membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Humas aksi, Julak, menegaskan bahwa unjuk rasa ini bukan hanya soal PBB, tetapi juga persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang masih membebani warga Balikpapan.
“Selain permasalahan PBB dan banjir, tuntutan kami juga terkait dengan kelangkaan LPG 3 kilogram, harga beras yang semakin tinggi, serta antrian panjang BBM di SPBU yang belum kunjung teratasi. Kami meminta pemerintah kota segera berbenah agar Balikpapan menjadi lebih baik dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Julak di tengah aksi.
Senada dengan itu, Hendrikus selaku koordinator aksi menambahkan bahwa pemerintah harus mengambil langkah nyata dan tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Ia menilai kebijakan yang dikeluarkan selama ini belum sesuai dengan aspirasi masyarakat, sehingga wajar jika mahasiswa dan warga turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan.
“Permasalahan yang ada jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah harus hadir dan mendengarkan suara rakyat. Jika kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka akan selalu muncul penolakan di lapangan,” tegas Hendrikus.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu berjalan dengan pengawalan aparat kepolisian untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Meski sempat memicu kemacetan di beberapa ruas jalan, aksi tetap berlangsung kondusif hingga siang hari.
Mahasiswa menegaskan, apabila tuntutan yang mereka sampaikan tidak mendapat respon nyata, mereka tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Balikpapan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para mahasiswa. Namun, aksi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa berbagai persoalan publik, mulai dari kenaikan PBB, penanganan banjir, hingga distribusi kebutuhan pokok, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat Balikpapan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
336
