Meski Anggaran Terbatas, DPRD Tetap Usulkan Pembangunan Gapura Masuk Pantai Manggar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Balikpapan masih terus berjalan, sehingga kegiatan di tempat wisata masih harus ditutup, sebagai bentuk antisipasi dalam pencegahan penyebaran covid-19.

Terkait dengan dampak penutupan tersebut, Anggota Komisi II DPRD kota Balikpapan Nurhadi Saputra mengatakan, terkait dengan permalasahan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memang tidak ada yang tahu seperti apa, begitu juga wali kota setiap daerah yang tidak mengetahui bagaimana kebijakan pusat.

“Namun beruntungnya Balikpapan ini selalu diperhitungkan dalam kebijakan PPKM, yang artinya Balikpapan dianggap sebagai kota yang betul-betul penting di kota Kalimantan Timur (Kaltim),” ucap Nurhadi kepada awak media, Kamis (29/7).

Dan untuk masalah penutupan-penutupan tempat wisata memang juga menjadi kendala, karena sampai hari ini (28/7) dari penyampaian Kepala UPTD Pantai Manggar pendapatannya baru sekitar Rp 400 juta dari Januari-Juli 2021, dari target yang harus dicapai Rp 4 Miliar.

Menurutnya pihaknya harus realistis dalam pencapaian pendapatan, hal ini dikarenakan terlalu sering dilakukan penutupan. Dan inipun dilakukan demi keselamatan warga Balikpapan, karena ketika tetap dipaksa untuk buka, sudah pasti sulit untuk mengaturnya ketika berada di pantai.

“Jadi memang lebih baik ditutup sekalian,” jelas Nurhadi.

Lanjutnya, meski dengan dana yang ada DPRD tetap mengusulkan beberapa pembangunan, meskipun itu hanya pembangunan kecil seperti kelanjutan pujasera maupun perbaikan booth foto. Bahkan dirinya juga mengusulkan untuk ada pembangunan gapura masuk pantai Manggar, karena selama ini hanya spanduk yang bertulisan Pantai Segara Sari.

“Karena untuk menilai baik tidaknya sebuah tempat wisata itu harus dinilai dari luar, sedangkan sekarang ini hanya tulisan spanduk saja,” akunya.

Tentu ini tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan di dalam yang mencapai hingga miliaran, sedangkan untuk pembangunan diluar diabaikan. Mudah-mudahan ini bisa diperjuangkan dalam rapat Badan anggaran (Banggar), bahkan teman-teman komisi II juga sepakat dengan usulan pembangunan ini.

Sementara untuk pelaku UMKM yang ada di dalam, sampai dengan hari ini tidak berjualan sampai aktivitas pantai kembali dibuka.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *