Musrenbang RKPD, DPRD Paser Soroti Capaian Pemkab di 2020

Tana Paser, Metrokaltim.com – Kabupaten Paser melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) pada 2022 mendatang. Pelaksanaan itu dilakukan secara virtual, dan dipusatkan di Pendopo Bupati, Kamis (1/4).

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi dalam pemaparannya di pendopo, menuturkan agenda penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Paser. Sekaligus kegiatan forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 – 2026.

Dikatakannya, terdapat tiga prioritas pembangunan yang harus diperhatikan. Yakni, pembangunan infrastruktur yang berkualitas, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta penguatan ekonomi daerah.

DPRD Paser menyoroti empat permasalahan terkait capaian Pemkab Paser pada 2020. Yakni pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM) dan infrastruktu jalan.

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi (kiri) menyerahkan pokok-pokok pikiran secara simbolis kepasa Bupati Paser dr Fahmi Fadli.

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser pada 2020 lalu. Yang mana mengalami pertumbuhan negatif. Yakni minus 2,77 persen. Mengingat 2019 sebasar 3,97 persen. Diungkapkan Hendra, terjadinya kontrkasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu, disebabkan oleh menurunnya aktifitas ekonomi imbas pandemi Covid-19.

“Perlu mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan sektor-sektor ekonomi lokal (non tambang). Seperti pertanian dalam arti luas, pengolahan dan perdagangan, agar tak terlalu tergantung dengan sektor pertambangan maupun penggalian,” imbuhnya.

Presentase angka kemiskinan menjadi pekerjan rumah (PR) Pemkab Paser. Dimana penduduk miskin pada 2020 mengalami peningkatan menjadi 9,23 persen dari 2019 lalu yang hanya 8,95 persen. Dapat dikatakan, kesejahteraan sebagian penduduk masih relatif rendah.

“Harus ada upaya dalam menurunkan angka kemiskinan. Dengan menghadirkan program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terutama, memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan,” terang dia.

Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia IPMmengalami penurunan, menjadi 72,04 persen, mengingat pada 2019 sebesar 72,29. Kondisi infrastruktur jalan pun masih banyak perlu peningkatan. Dari 1005,20 kilometer, kategori baik hanya 20,61 persen dan sedang 2,87 persen, sedangkan sisanya rusak.

Namum sedikit membanggakan, dimana angka pengangguran mengalami penurunan. pada 2020 sebesar 4,52 persen, dibandingkan 2019 sebesar 4,55 persen.

“Pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Paser yanh kami kepada bupati, sebagai bahan penyusunan rancangan awal RKPD Kabupaten Paser tahun 2022. Diharapkan bisa dilakukan secara simultan dan selaras. Sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Paser,” jelas Hendra.

Sebagai catatan, penyerahan pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Paser, merupakan penyerahan secara simbolis.

“Karena secara riil, kami sudah menyelesaikan input pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Paser melalui aplikasi SIPD pada 22 Maret lalu. Ini sesuai Permendagri Nomor 86 tahun 2017, yaitu tujuh hari sebelum acara Musrenbang RKPD,” tutup Hendra.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *