Metro Kaltim

Nasib Para Tenaga Pendidik di Kutim Kurang Diperhatikan, Wakil Ketua Komisi III Kidang Akan Perjuangkan

Bengalon, Metrokaltim.com – Jiwa sosial berinteraksi kemasyarakatan yang dimiliki Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Timur H Masdari Kidang tebilang tinggi. Hal ini dibuktikannya sebelum dirinya duduk di DPRD merasa prihatin akan honor para nasib tenaga pengajar baik di TK/TPA dan Paud di wilayahnya Kecamatan Bengalon, Kutim.

Saat masih jauh dalam benak Kidang maju mencalonkan diri sebagai anggota di DPRD Kutim, sebanyak sembilan tenaga pengajar honor baik TK/TPA hingga PAUD menghadap pada dirinya.

“Ke-9 tenaga pendidik itu mengeluhkan ketidak jelasan statusnya termasuk hasil honornya yang terkadang tidak menentu, bahkan ada juga yang tak kunjung menerima gaji. Dari situlah saya terharu mendengar keluh kesah para pahlawan tanpa tanda jasa ini, dan langsung melalui uang pribadi akhirnya hingga saat sekarang saya yang menggaji mereka,” bebernya.

Tampak istri dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kutim Kidang, Rusmini berfoto dengan perwakilan tenaga pendidik TK/TPA di Kecamatan Bengalon.

Inisiatif Kidang membayarkan para tenaga pendidik honor itu, dibenarkan oleh ke-9 tenaga pendidik yang rutin menerima upah keringatnya, dalam setiap bulannya secara rutin dari Kidang. Bahkan tidak hanya sekedar membantu pembayaran honor saja akan tetapi termasuk perlengkapan pendukung TK/TPA juga PAUD termasuk seragam para pendidiknya.

Beberapa tenaga pendidik mengungkapkan sangat bersyukur saat mengetahui Kidang dapat duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III di tangan politisi Bekarya, sekaligus ketua PAC Pemuda Pancasila para guru yang belum jelas akan kepastian statusnya itu menaruh harapan banyak kepadanya.

“Saya akan tetap merangkul para guru-guru itu, jujur saya sebenarnya renyuh akan nasib mereka dan dikatakan tidak jelas, padahal dipundak mereka pulalah banyak generasi penerus bangsa menyerap ilmunya tanpa mengenal dia anaknya siapa dari pejabat, orang biasa. Sampai kapan kita ini tidak punya nurani kepedulian nasib masa depan para guru-guru yang masih kurang terperhatikan kasihan mereka,” tutup Kidang.

(aji/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *