Pelatihan SAR di Hutan Batu Dinding, Temukan Puing Helikopter, Dua Orang Meninggal

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pelatihan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan helikopter telah memasuki hari kedua. Pada hari ini, Selasa (25/2), peserta pelatihan telah menemukan dua orang yang berperan sebagai korban kecelakaan helikopter.

Kegiatan yang diinisiasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan ini digelar di objek wisata alam Batu Dinding, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ada puluhan peserta dari berbagai organisasi dilibatkan dalam pelatihan tersebut.

Seperti Rescuer KPP Balikpapan, Pangkalan TNI AL Balikpapan, Pangkalan TNI AU Dhomber, Polsek Balikpapan Selatan, BPBD Kota Balikpapan, Satuan Pol PP Balikpapan, Aircraft Rescue and Fire Fighting Bandara SAMS, Poltekes Balikpapan, PKPU HI Balikpapan, Banda Indonesia Balikpapan, Senkom Kota Balikpapan, ORARI Balikpapan, Stekpala SMK 1 Balikpapan dan PMI Kota Balikpapan.

Selain itu ada juga Macan Rimba Samboja, Mapala Uniba, Wapena, Mapala Cadas STT Migas Balikpapan, Pemuda Pancasila Balikpapan, Sapma PBI Kota Balikpapan, Satu Pena Balikpapan, Himpa Poltek Balikpapan, FKPPI Balikpapan, Akbid Borneo Medistra, SMK Bhakti Indonesia, Karang Taruna RT.10, Karang Taruna Prona, Square Samarinda serta Damkar Loji Samarinda.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Octavianto mengatakan, pada Selasa (25/2), sekira pukul 09.00 Wita, para peserta telah menemukan puing-puing helikopter yang menjadi simulasi pelatihan ini. Dari temuan puing-puing itu, para peserta kemudian melakukan penelusuran lebih jauh.

Simulasi yang dilakukan tim gabungan saat evakuasi korban tewas dalam jatuhnya helikopter di Bukit Suharto.

“Kemudian, pada pukul 14.45, ditemukan lagi korban berjumlah empat orang, dalam kondisi dua meninggal, dua hidup, identitasnya belum diketahui,” katanya dalam siaran pers yang diterima media ini.

Kedua korban yang berhasil ditemukan itu lalu dievakuasi oleh para peserta. Namun, peserta harus menggunakan teknik rolling dengan menggunakan karmantel untuk mengevakuasi korban tersebut. Sebab kondisi medan pelatihan cukup curam.

“Posisi korban terjatuh berada di seberang bukti Batu Dinding jadi perlu dievakuasi, diangkat dari bawah dengan teknik refling,” jelas Octa – sapaan akrab Octavianto.

Setelah itu, lanjut Octa, korban dibawa ke tempat yang mebih aman oleh peserta. Untuk mengevakuasi ini, korban diangkut menggunakan tandu. “Dibawa ke tempat lebih aman di sekitar 12 kilometer ke arah luar wilayah Batu Dinding,” ujarnya.

Dijelaskannya, semua pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengolah data, berkomunikasi, melakukan observasi lapangan hingga mengasah keterampilan teknik evakuasi korban. Pelatihan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan helikopter ini akan dilanjutkan pada Rabu (26/2) besok.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *