Pemkot Balikpapan Kaji Relokasi Permukiman Pesisir Usai Tiga Rumah Roboh Dihantam Gelombang Pasang
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mempertimbangkan penataan ulang kawasan permukiman di atas air setelah tiga rumah warga di RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, ambruk akibat hantaman gelombang pasang, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.56 Wita tersebut menyebabkan tiga rumah panggung roboh dan jatuh ke laut. Satu rumah lainnya juga mengalami dampak dan masih berada dalam kondisi rawan.
Meski kerusakan tergolong berat, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga yang berada di dalam rumah, termasuk sejumlah anak-anak dan dua balita, berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh.
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menyampaikan bahwa pemerintah langsung melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan untuk menentukan langkah penanganan bagi warga terdampak.
“Dari kecamatan, kemudian tentunya kita lapor ke BPBD. Nanti akan kita lakukan pembahasan, termasuk terkait lokasi dan langkah selanjutnya,” ujar Rosin.
Menurut dia, kawasan tersebut memiliki karakteristik khusus karena sebagian besar bangunan berdiri di atas perairan. Kondisi itu membuat permukiman memiliki tingkat risiko lebih tinggi ketika terjadi gelombang pasang.
Karena itu, pemerintah membuka opsi relokasi, meskipun keputusan tersebut masih harus melalui pembahasan bersama pemilik rumah yang terdampak.
“Nanti kita diskusikan dulu, karena daerah ini memang berada di atas air dan termasuk kawasan rawan. Apakah pemiliknya akan membangun kembali atau ada pilihan lain, akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.
Sambil menunggu keputusan penanganan jangka panjang, Pemkot Balikpapan menyiapkan tenda darurat sebagai tempat sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Untuk sementara nanti akan dibangunkan tenda darurat di sekitar lokasi,” kata Rosin.
Ia menjelaskan, bantuan pemerintah masih membutuhkan proses administrasi sehingga kebutuhan awal warga dipenuhi melalui dukungan sementara dari berbagai pihak.
“Bantuan pemerintah tentu ada proses administrasinya. Untuk sementara kebutuhan warga dibantu oleh pegawai kecamatan dan koperasi agar bisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian. Petugas melakukan pemeriksaan kondisi warga, pendataan kerusakan, serta memastikan tidak ada korban yang membutuhkan penanganan medis.
“Begitu mendapat informasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, memastikan kondisi warga, dan mendata kerusakan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Usman.
BPBD mencatat tiga rumah yang roboh masing-masing milik keluarga Misnan dan Zainah di nomor 34, Syamsudin dan Suriyani Ningsih Atun di nomor 35, serta Hendra dan Mustika Sari di nomor 32.
Usman menjelaskan, bangunan tersebut mengalami kerusakan setelah tiang penyangga rumah yang berada sangat dekat dengan garis pantai tidak mampu menahan tekanan gelombang pasang.
“Rumah yang berada dekat dengan garis pantai memang memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika terjadi gelombang pasang, apalagi jika disertai kondisi cuaca dan angin yang kuat,” ujarnya.
Hingga Jumat siang, personel BPBD bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan masih melakukan pengamanan di lokasi. Selain membantu warga menyelamatkan barang berharga, petugas juga melanjutkan pendataan kerugian untuk kebutuhan penyaluran bantuan berikutnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Balikpapan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
“Kami meminta masyarakat tidak mengabaikan ancaman gelombang tinggi. Jika terdapat kondisi yang membahayakan keselamatan, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD,” tegas Usman.
Penulis:Ries
Editor: Alfa
29
