Pemkot Balikpapan Perkuat Akses Pendidikan Lewat Pembangunan SMPN 29 di Grand City

BALIKPAPANMetrokaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan dengan membangun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29 di kawasan Perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Kehadiran sekolah baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana pendidikan seiring berkembangnya kawasan permukiman di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pembangunan SMPN 29 merupakan bagian dari penyediaan fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab pengembang kawasan. Lahan sekolah merupakan hibah dari pihak Grand City sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

“Pembangunan sekolah ini menjadi salah satu bentuk penyediaan fasilitas umum di kawasan perumahan. Kami berharap kehadiran SMPN 29 dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Balikpapan Utara,” ucap Bagus kepada awak media, Rabu (29/7/2026).

SMPN 29 dirancang memiliki 12 ruang kelas, aula yang juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan upacara, lapangan, serta area parkir. Pembangunan sekolah tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp18.473.083.455 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.

Bagus menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 39 persen. Menurutnya, struktur utama bangunan hampir selesai sehingga pekerjaan kini memasuki tahapan penyelesaian akhir atau finishing.

“Pekerjaan struktur hampir selesai. Tinggal tahap kerapian dan penyelesaian akhir. Kami berharap penyedia jasa tetap menjaga kualitas pekerjaan dengan memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau Health, Safety and Environment (HSE),” katanya.

Selain menjaga kualitas pekerjaan, Bagus juga meminta kontraktor memastikan akses logistik menuju lokasi proyek tetap lancar, terutama saat musim hujan. Ia menyarankan jalan menuju lokasi diperkeras menggunakan laterit atau sirtu agar distribusi material tidak terganggu.

“Jangan sampai pekerjaan terhambat karena akses jalan menjadi becek setelah hujan. Jika jalannya mantap, pengiriman material tetap lancar dan target penyelesaian dapat dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan kontraktor PT Norma Noor, Ahmad Hamid Basri menambahkan, progres pembangunan saat ini telah melampaui target yang direncanakan. 

“Jika berdasarkan jadwal realisasi seharusnya baru sekitar 12 persen, kini pekerjaan telah mencapai sekitar 39 persen,” terangnya.

Menurut Ahmad, percepatan pembangunan didukung oleh ketersediaan material yang telah berada di lokasi maupun di gudang, sehingga tidak ada kendala pasokan selama proses konstruksi.

“Material sudah tersedia seluruhnya, sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. Kami optimistis proyek ini bisa selesai lebih cepat dari target kontrak,” tambahnya.

Diterangkan, pekerjaan dimulai sejak Mei 2026 dan dilaksanakan setiap hari mulai pagi hingga pukul 22.00 WITA dengan melibatkan sekitar 70 pekerja. Hingga kini, proyek berjalan tanpa hambatan berarti.

Pihak kontraktor bahkan menargetkan pembangunan SMPN 29 dapat diselesaikan lebih awal, yakni pada Oktober atau November 2026, sebelum batas akhir kontrak pada 24 Desember 2026.

Selain menyelesaikan bangunan utama, kontraktor juga akan menata area proyek dengan membersihkan material bekisting secara bertahap setelah pengecoran lantai dua selesai.

“Langkah tersebut dilakukan agar proses finishing dapat berlangsung lebih optimal sekaligus menjaga kebersihan lingkungan proyek,” pungkasnya.

Penulis: Rie

Editor: Alfa

75

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *