Pengusaha THM Minta Pajak Sama dengan Hotel 10 Persen, Iwan : Kami Menolak Usulan Merevisi Pajak THM

Balikpapan, Metrokaltim.com – Beberapa perwakilan pengusaha tempat hiburan malam (THM) mengadu ke DPRD Kota Balikpapan, Senin (8/3). Untuk meminta revisi kebijakan penerapan sebesar 60 persen yang diterapkan pajak daerah.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Tempat Hiburan Balikpapan (FKHB) Fendy Yacob, bahwa kebijakan ini dinilai terlalu memberatkan para pelaku usaha terlebih di tengah situasi krisis ekonomi akibat pandemi covid-19.

“Makanya hari ini kami melakukan rapat dengar pendapat (RPD) dengan DPRD dan Dinas Pendapatan Daerah. Pada dasarnya kami meminta agar pemerintah merevisi besaran pajak yang dikenakan kepada pengusaha tempat hiburan,” ucap Fendy Yacob saat ditemui awak media.

Dirinya menilai, besaran pajak yang diterapkan pemerintah sebesar 60 persen untuk pajak hiburan itu merupakan nilai paling tinggi se-Indonesia.

“Kami berharap besaran pajak yang diterapkan bisa disamakan dengan besaran pajak yang diterapkan di bidang perhotelan yakni sebesar 10 persen,” harapannya.

Diakui, bahwa sektor usaha tempat hiburan adalah yang paling terdampak di tengah situasi pandemi covid-19. Apalagi pemerintah pernah menerapkan beberapa kali buka tutup untuk izin tempat usaha.

“Bahkan kami pernah tutup kurang lebih sekitar 9 bulan, dan sempat buka lagi tapi hanya seminggu, bahkan tutup kembali,” paparnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Balikpapan Iwan Wahyudi mengatakan, pihaknya menolak usulan untuk merevisi Perda terkait pajak tempat hiburan malam.

Menurutnya, karena untuk merevisi terhadap besaran pajak yang diterapkan untuk tempat hiburan malam diperlukan kajian yang komprehensif, menyesuaikan dengan semangat kota Balikpapan adalah semangat dari kota Madinatul Iman. Sehingga secara pribadi, ia menilai bahwa tidak pas, apabila diberikan kebijakan untuk menurunkan besaran pajak terhadap tempat hiburan malam.

“Saya kira kenapa pajak THM itu diterapkan tinggi untuk memberikan batasan kepada masyarakat, sehingga konsep kota Madinatul Iman tetap terjaga,” tegasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *