Persiba Gagal Menuju Liga 1, Fakhri: Pemain terintimidasi Kepemilihan Wasit

Bogor, Metrokaltim.com – Dalam pertandingan terakhir, kekalahan harus diterima Persiba Balikpapan 2-0 atas Persis Solo di Stadion Pekansari, Bogor, Rabu (22/12) malam.

Meski gagal di 8 besar, Persiba Balikpapan tetap berada pada Liga 2 Indonesia.

Dikesempatan ini, Pelatih Persiba Balikpapan Fakhri Husaini mengatakan, apa yang diperlihatkan pemain Persiba di laga terakhir lebih banyak peningkatan, dari dua laga sebelumnya. Karena mereka memliki keinginan kuat dan terminasi yang tinggi untuk tidak mau kalah.

Fakhri kecewa bahwa di menit 65, para pemain berada dalam intimidasi kepemilihan wasit. Ia tidak melihat wasit berada di antara 2 tim. Jika ini regulasinya yang jadi tuan rumah Persis Solo, kan ini mainnya di pekansari bukan dikandangnya.

“Harusnya pertandingan seperti ini bisa dinikmati semua orang, dan saya tidak yakin penonton menikmati laga pertandingan dengan baik,” ucap Fakhri Husaini saat press conference, Rabu malam, (22/12).

Lanjut Fakhri, ada beberapa keputusan pinalti dan pelanggaran. Padahal sudah jelas di dalam kotak pinalti ada pelanggaran, tetapi wasit tidak melakukan. Entah itu peraturan atau pertimbangan apa yang dipakai.

Dalam laga yang berlangsung, sebenarnya pertandingan ini bisa menarik, jika saja wasit bisa memimpin jalannya pertandingan. Setelah berjalan menit 68, kepemimpinan seorang wasit baru terlihat, dimana tim Persiba sudah ketinggalan 2-0, baru ada opsaid, pelanggaran hingga kartu kuning.

“Tentu bukan pekerjaan mudah bagi pemain Persiba, karena yang dilawan bukan pemain Persis saja, tetapi ada lawan lain,” ujarnya.

Dan apapun itu, ia memberikan apresiasi kepada pemain Persiba, mereka gagal meraih gelar hingga promosi, tetapi mereka tetap berada di Liga 2.

Ia berharap apa yang mereka perlihatkan bisa memberikan sebuah harapan, bahwa tim Persiba yang tampil di 8 besar dan baru berlatih dua hari sebelum 8 besar berlangsung, mereka sudah memberikan perubahan dibandingkan putaran pertama maupun kedua.

“Keterbatasan waktu lah yang membuat tim belum bisa meraih hasil maksimal,” ungkapnya.

Untuk Marsel dan teman-teman, secara pribadi mengucapkan terima kasih. Karena ia tidak tau apakah mereka tetap berada di Persiba, karena mereka statusnya pinjaman.

“Saya berharap, dimanapun mereka bermain, bisa memberikan yang terbaik untuk clubnya,” harapannya.

(Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *