Pertamina Bantah Lakukan Penutupan Akses Jalan untuk Masyarakat

Balikpapan, Metrokaltim.com – Terkait akan adanya aksi warga Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat yang berencana melakukan penutupan akses jalan menuju Jalan Gunung Empat dalam waktu dekat ini, langsung mendapat respons dari pihak Pertamina.

Saat dikonfirmasi Section Head Comm Rel Region Kalimantan, Ely Chandra mengatakan pihak Pertamina tidak melakukan penutupan akses jalan untuk masyarakat penghuni yang berkepentingan. Hanya saja melakukan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan, lantaran saat ini kasus covid-19 masih melanda.

Ia memaparkan, berdasarkan sosialisasi yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu, Pertamina telah memfasilitasi warga penghuni ring I melalui pembuatan stiker. Jumlah masyarakat yang mendapatkan stiker sebanyak 1.236 stiker kendaraan.

Baca Juga: Warga Margo Mulyo Bakal Tutup Akses Jalan untuk Warga Komperta, Bahrul: Ini Karena Pertamina Tidak Komitmen

“Masyarakat ring I dapat berkoordinasi dengan RT terkait stiker dimaksud dan bagi masyarakat yang melintas atau bukan penghuni, di fasilitasi peminjaman kartu mempergunakan kartu melintas, namun tetap mengikuti protokol covid-19,” jelas Ely Chandra, Selasa (29/12).

Pemasangan spanduk pengumuman oleh warga.

Sedangkan untuk penutupan akses jalan lanjutnya terdapat miss komunikasi, namun mengenai kelengkapan berkendara sesuai peraturan berlalu lintas, Pertamina hanya mendukung dan menyerahkan penegakan aturan tersebut.

Bahkan Pertamina berkomitmen untuk patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan di perusahaan, melalui satgas yang telah dibentuk dan terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemkot Balikpapan.

“Kami mengharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah bertambahnya kasus covid-19 di Balikpapan dan di area ring 1 perusahaan pada khususnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, warga Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat pada Senin (28/12) memasang spanduk pengumunan penutupan akses jalan Gunung Empat. Saat di konfirmasi LPM Margo Mulyo Bahrul menjelaskan, bahwa penutupan ini dikarenakan pihak Pertamina tidak komitmen dengan penyampaian yang dibuat bersama saat rapat di kelurahan.

“Dengan itu kami meminta Pertamina untuk bisa mentoleransi kebijakannya, agar tidak ada perselisihan antar warga kampung dan warga komplek,” akunya Bahrul.

Apalagi pihak juga sudah menyampaikan secara langsung ke pihak Pertamina, tetapi tidak ada respons.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *