Pertamina Hulu Sanga Sanga Dorong Ekowisata Pulau Terusan Lewat Pelatihan Pengelolaan

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga bersama LPHD Handil Terusan dan Pemerintah Desa menggelar Pelatihan Manajemen Ekowisata guna mendorong pemanfaatan hutan desa secara berkelanjutan di Pulau Terusan. Foto: Humas PHS

KUKAR, Metrokaltim.com — Upaya pengembangan ekowisata berbasis masyarakat kembali digalakkan. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan Ekowisata di Desa Handil Terusan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Handil Terusan dan Pemerintah Desa setempat.

Kegiatan yang dilangsungkan di Balai Pertemuan Umum desa ini merupakan bagian dari Program CSR bertajuk Pesona Hanter (Pengembangan Ekonomi, Sosial dan Wisata Desa Handil Terusan). Sebanyak 30 peserta dari LPHD dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bekantan Hanter mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas lokal dalam mengelola potensi wisata alam secara berkelanjutan.

Potensi Pulau Terusan sebagai kawasan ekowisata dinilai besar. Hal ini didukung oleh penetapan LPHD Handil Terusan melalui SK Kementerian LHK No. SK.7587/MENLHK-PSKL/PKPS/SPL.0/11/2021, yang memberikan mandat kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan produksi di wilayah tersebut.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, termasuk Dinas Pariwisata Kukar, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam, dan Pokdarwis Pesona Pangempang. Materi yang disampaikan mencakup strategi pengelolaan ekowisata, identifikasi potensi lokal, manfaat ekosistem mangrove, hingga teknik promosi melalui media sosial.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Antoni Kusbiantoro, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam membangun destinasi wisata berbasis konservasi. “Langkah ini harus terus didukung agar masyarakat mampu mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, sesi inspiratif juga diberikan oleh perwakilan Pokdarwis Pesona Pangempang dari Muara Badak, yang telah berhasil mengembangkan wisata serupa di wilayah pesisir. Kehadiran figur muda seperti Nurul Fatihah dan Misna turut memberi semangat baru bagi peserta untuk terlibat aktif dalam pengembangan desa.

Head of Communication Relations & CID Zona 9 PHSS, Elis Fauziyah, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat lokal melalui pendekatan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. “Kami ingin membangun sistem pengelolaan ekowisata yang profesional agar potensi Pulau Terusan bisa menjadi destinasi unggulan di Kukar,” jelasnya.

Menurut Elis, seluruh tahapan pelatihan mulai dari perencanaan, pendanaan, hingga penyediaan narasumber difasilitasi langsung oleh PHSS. Hal ini menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan potensi hutan desa.

Peserta pelatihan menyambut antusias kegiatan tersebut. Eka Kumala Sari, salah satu peserta, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk membangun kesadaran lingkungan. “Saya terinspirasi untuk menjadi pelopor ekowisata di daerah saya,” ujarnya.

Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi. “Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi kemajuan pariwisata di Kutai Kartanegara,” ungkap Antoni Kusbiantoro. (*).

284

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.