Rakorenbang Gunung Samarinda Fokuskan Penanggulangan Banjir, Dewan Beri Masukan Pembangunan Non Fisik Juga Diusulkan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara (Balut) gelar rapat koordinasi perencanaan dan pembangunan (Rakorenbang) kelurahan, dalam peningkatan kualitas SDM dan pemerataan akses layanan dasar berkualitas untuk mendukung pengembangan ekonomi.

Kegiatan dilaksanakan di Aula kelurahan, Selasa (11/1) siang. Rakorenbang juga dihadiri Kelurahan, perwakilan Kecamatan Balut, Anggota DPRD Balikpapan Amin Hidayat dan Syarifuddin Oddang, LPM, serta ketua RT se-Gunung Samarinda.

Lurah Gunung Samarinda Tarso menjelaskan, bahwa 1 bulan sebelumnya, ketua RT sudah menyampaikan usulan ke kelurahan dan totalnya ada 120 usulan perbaikan fisik. Dari 120 usulan hanya 10 usulan skala prioritas yang masuk di tingkat kecamatan, sehingga kelurahan memilah usulan yang benar-benar prioritas.

“Salah satunya jalan BKP tembus kampung timur, yang akan digunakan sebagai jalan alternatif,” ucap Tarso usai Rakorenbang, Selasa (11/1) sore.

Selain jalan alternatif, usulan yang menjadi skala prioritas masih mengenai dengan perbaikan drainase, peningkatan jalan, hingga pembuatan drainase. Bahkan dari 4 tahun lalu, pihaknya fokus rencana penanggulangan banjir.

“Salah satunya banjir di wilayah Wonorejo. Seperti yang disampaikan pak dewan, bahwa sebetulnya di hilirnya sudah ada penganggaran dan itu betul saya harapkan, tetapi kita tetap juga usulkan dari hulunya,” akunya.

Tempat terpisah, Anggota DPRD Balikpapan Amin Hidayat menjelaskan, sebenarnya tidak proporsional karena dari 34 kelurahan di Balikpapan hanya 10 usulan yang masuk di musrenbang kecamatan. Belum lagi tingkat kota hanya 5 usulan.

“Walau kita paham bahwa ini semua terbentur di anggaran, apalagi masa pandemi ini hampir 50 persen anggaran dipotong,” jelas Amin Hidayat.

Dirinya minta jika bisa usulan di setiap kelurahan itu lebih proporsional, melihat dari jumlah RT yang ada di kelurahannya.

“Dari 10 usulan tingkat kelurahan sampai kota pihaknya akan terus kawal, baik dari kelurahan, kecamatan maupun anggota dewan,” paparnya.

Menurut Anggota DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang, proses ini sama seperti tahun lalu, yang mana usulan RT akan dibawa ke tingkat kecamatan. Oddang juga memberikan masukan kepada ketua RT bahwa selain pembangunan fisik, pembangunan non-fisik juga diusulkan.

“Khususnya untuk anak-anak yang sudah lulus, kemudian pendidikan. Karena ada ranah pendidikan yang memang tidak masuk ke APBD kota, tetapi APBD provinsi,” tambah Oddang.

Untuk usulan yang tidak terakomodir memang karena dana terbatas, lalu usulan yang dibatasi hanya 5 usulan di tingkat kecamatan. Sehingga ketika melebihi usulan itu, secara otomatis ada yang gugur.

“Tapi yang gugur jangan berkecil hati, karena nanti ada yang dikawal melalui hasil reses dari anggota dewan di kota, untuk diteruskan ke provinsi juga. Kemudian yang masuk SIPD dari ranahnya PU sendiri,” ungkapnya.

(Mys/Ries)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *